MANADOPOST.ID — Esensi ekonomi syariah tidak semata-mata terletak pada simbol keagamaan, melainkan pada prinsip keadilan, keberlanjutan, dan kebermanfaatan bersama dalam sistem ekonomi.
Karena itu, pengembangannya tidak terbatas pada komunitas tertentu, tetapi telah menjadi bagian dari arus ekonomi global, termasuk di Indonesia dan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Daerah dengan falsafah Sitou Timou Tumou Tou ini bahkan diyakini memiliki potensi besar dalam mengembangkan ekonomi berbasis syariah di Kawasan Timur Indonesia.
Penegasan tersebut disampaikan Wakil Direktur Eksekutif Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Sulawesi Utara, Dr. Radliyah Hasan Jan.
Menurutnya, ekonomi syariah mengandung nilai keadilan dalam transaksi, kemitraan dalam usaha, serta pemerataan manfaat, sehingga membutuhkan keterlibatan dan kolaborasi semua pihak.
“Ekonomi syariah menekankan keadilan, transparansi, dan kebermanfaatan bersama. Implementasinya memerlukan peran bersama agar dapat memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah,” tekannya di sela Puncak Acara Hijrah Sulut Fest 2026, Sabtu (28/2).
Memasuki tahun 2026, KDEKS Sulut menetapkan sejumlah target strategis, mulai dari penguatan UMKM dan industri halal, peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah, pengembangan wakaf produktif, hingga penguatan kelembagaan serta sinergi lintas sektor.
“Kami berharap Sulawesi Utara semakin aktif mendorong ekonomi syariah agar mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya.
Radliyah juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang dinilai konsisten mendukung pengembangan ekonomi syariah di Sulut melalui berbagai program dan inisiatif.
Baca Juga: Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Sulawesi Utara, Minggu 1 Maret 2026, 11 Ramadan 1447 H
Sebelumnya, dalam kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan BI Sulut Joko Supratikto menyampaikan bahwa Indonesia saat ini berada di peringkat ketiga dunia dalam laporan State of the Global Islamic Economy 2025, dengan target menjadi pusat ekonomi syariah dunia pada 2029.
“Karena itu, peran daerah, termasuk Sulawesi Utara, sangat penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional,” ujarnya.
Editor : Ayurahmi Rais