Momentum Ramadan diketahui menjadi salah satu penggerak konsumsi masyarakat. Data menunjukkan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2025 tumbuh 4,87 persen, dengan Ramadan sebagai salah satu penopang signifikan pertumbuhan tersebut. Melihat potensi ini, TikTok, Tokopedia dan TikTok Shop memperkuat kolaborasi untuk menghadirkan pengalaman berbelanja dan berjualan yang lebih interaktif melalui konten, komunitas serta fitur perdagangan digital.
Communications Lead TikTok Indonesia, Edwin Lengkei, mengatakan Ramadan selalu menjadi momen penting bagi komunitas TikTok di Indonesia. Pada Ramadan tahun lalu, lebih dari 21,9 juta video diunggah oleh pengguna, mencerminkan tingginya partisipasi masyarakat dalam berbagi inspirasi, hiburan dan informasi selama bulan suci.
“Selain menghadirkan konten positif dan hiburan, kekuatan penemuan di TikTok juga membantu pelaku usaha, termasuk UMKM, lebih mudah ditemukan oleh calon pembeli di era discovery e-commerce,” ujarnya.
Antusiasme tersebut kembali terlihat pada awal Ramadan 2026. Communications Senior Lead Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia, Antonia Adega, mengungkapkan bahwa hanya dalam minggu pertama Ramadan tahun ini sudah tercipta hampir 13 juta video pendek di TikTok yang dibuat oleh kreator maupun penjual.
Menurut Antonia, tren tersebut turut berdampak pada aktivitas perdagangan di Tokopedia dan TikTok Shop. LIVE shopping di awal Ramadan 2026 tercatat ditonton lebih dari 3,4 juta kali, mendorong penjualan sejumlah produk seperti gamis, mukena, kopi, ponsel hingga kemeja.
Fenomena ini sejalan dengan tren Ramadan di TikTok setiap tahun. Pada 2025, penggunaan tagar #Ramadan dan #Ramadhan meningkat hingga 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan, sekitar 68 persen pengguna menjadikan TikTok sebagai titik awal dalam mempersiapkan Ramadan, mulai dari mencari ide menu berbuka hingga menentukan pilihan belanja hari raya.
Sinergi antara konten dan perdagangan digital juga membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang. Salah satu UMKM yang merasakan manfaat integrasi platform ini adalah Mukena Wisanggeni. Brand fesyen muslim yang berdiri sejak 2013 tersebut memanfaatkan berbagai fitur, mulai dari konten kreatif, iklan, kampanye platform hingga kolaborasi dengan affiliate creator.
Founder Mukena Wisanggeni, Nila Wulandari, menyebut solusi terintegrasi dari TikTok, Tokopedia dan TikTok Shop memudahkan pelaku usaha memasarkan produk secara kreatif sekaligus menjangkau lebih banyak calon pembeli. “Pada Ramadan ini, nilai transaksi kami meningkat lebih dari dua kali lipat,” katanya.
Tokopedia dan TikTok Shop juga mencatat sejumlah merek lokal lain di kategori fesyen muslim serta makanan dan minuman mengalami lonjakan transaksi signifikan, rata-rata lebih dari lima kali lipat selama kampanye Ramadan Ekstra Seru. Brand fesyen asal Bandung, Gwenza, bahkan mencatat peningkatan transaksi hingga tujuh kali lipat setelah meluncurkan koleksi terbaru melalui siaran langsung selama 13 jam bersama artis dan affiliate.
Selain menghadirkan berbagai kampanye promosi dan hiburan, TikTok, Tokopedia dan TikTok Shop juga menggelar sejumlah kegiatan selama Ramadan, termasuk konser musik spesial Ramadan “Sparkle on Sound”, festival UMKM KOLAK Ramadan di Jakarta, hingga program donasi makanan “Makan dengan Makna” yang bekerja sama dengan Foodbank of Indonesia.
Melalui kampanye Ramadan Ekstra Seru 2026, ketiga platform tersebut berharap dapat terus memperkuat ekosistem digital yang menghubungkan kreator, komunitas dan pelaku usaha, sekaligus memberikan pengalaman berbelanja dan berjualan yang aman, nyaman dan berdampak bagi perekonomian lokal.(ame)
Editor : Amelia Beatrix