MANADOPOST.ID - Momentum Ramadan kembali menjadi pendorong aktivitas ekonomi digital di Indonesia. Seiring meningkatnya konsumsi masyarakat, tren belanja melalui konten video pendek dan siaran langsung di platform seperti TikTok, Tokopedia, dan TikTok Shop mengalami lonjakan signifikan.
Artis sekaligus affiliate kreator, Jordi Onsu, menilai fenomena ini menunjukkan perubahan perilaku konsumen yang kini semakin nyaman berbelanja melalui konten digital yang interaktif. Menurutnya, live shopping dan video pendek memberikan pengalaman yang lebih personal antara penjual dan pembeli.
“Melalui TikTok, kreator bisa langsung berinteraksi dengan audiens. Jadi bukan hanya jualan, tapi juga berbagi cerita dan pengalaman tentang produk yang dipakai,” ujar Jordi dalam sesi talk show pada acara Ramadan Ekstra Seru di Jakarta, Rabu (4/3).
Data yang dipaparkan dalam program tersebut menunjukkan aktivitas promosi digital meningkat tajam pada awal Ramadan. Dalam minggu pertama Ramadan 2026, penjual dan kreator tercatat membuat lebih dari 13 juta video pendek untuk mempromosikan produk. Sementara itu, sesi live shopping ditonton lebih dari 3,4 juta kali, mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap konsep discovery commerce.
Sejumlah kategori produk menjadi yang paling diminati selama periode ini. Produk fesyen muslim seperti gamis dan mukena mendominasi penjualan, disusul kategori kopi, ponsel, dan kemeja. Beberapa brand bahkan mencatat pertumbuhan transaksi hingga lima kali lipat selama Ramadan.
Salah satu pelaku usaha yang merasakan dampaknya adalah brand mukena Wisanggeni. Pendiri Wisanggeni, Nila Wulandari, menyebut strategi affiliate marketing di TikTok Shop membantu memperluas jangkauan pasar sehingga transaksi meningkat hingga dua kali lipat.
Hal serupa juga dialami brand Gwenza. Pendiri Gwenza, Deby Lianti, mengatakan kombinasi konten kreator, live shopping, dan kolaborasi dengan affiliate menjadi kunci peningkatan penjualan hingga tujuh kali lipat selama Ramadan.
Jordi menambahkan, kolaborasi antara kreator dan pelaku usaha kini menjadi salah satu strategi paling efektif dalam memasarkan produk secara digital.
“Sekarang orang bisa menemukan produk dari video yang lewat di FYP, lalu langsung beli saat live. Prosesnya cepat dan seru, apalagi di momen Ramadan ketika banyak orang mencari kebutuhan Lebaran,” kata Jordi.
Tren ini menunjukkan bagaimana perpaduan antara hiburan, konten kreatif, dan teknologi e-commerce semakin memperkuat peran platform digital dalam mendorong pertumbuhan UMKM serta brand lokal di Indonesia selama Ramadan.(ame)
Editor : Amelia Beatrix