Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Tujuan Terungkap: Pekan Doa MIS

Nur Fadilah • Minggu, 15 Maret 2026 | 09:14 WIB


Pekan Doa MIS
Pekan Doa MIS

MANADOPOST.ID -Di dunia yang sering membuat generasi muda meragukan identitas dan arah hidup mereka, Manado Independent School (MIS) mengabdikan satu minggu penuh untuk menjawab pertanyaan paling mendasar: “Mengapa aku ada di sini?” Dari tanggal 9 hingga 13 Maret 2026, MIS mengadakan Pekan Doa tahunan mereka, dengan tema “Diciptakan dengan Tujuan”.

Sebagai lembaga pendidikan Kristen di Sulawesi Utara, MIS telah lama berkomitmen untuk mengembangkan siswa tidak hanya dalam bidang akademik tetapi juga dalam “karakter yang menyerupai Allah,” sebagaimana tercantum dalam visi sekolah. Pekan Doa ini memberikan waktu khusus bagi siswa–siswi MIS untuk berhenti sejenak, merenungkan, dan menguatkan iman mereka.

Selama seminggu, MIS mengundang pembicara tamu spesial, Pdt. Edgar B. H. Tolentino, untuk menyampaikan serangkaian pesan yang membimbing para siswa dalam perjalanan dari memahami berkat-berkat Tuhan hingga sepenuhnya menyerahkan diri kepada kehendak-Nya. Bagi siswa usia dini, dari Kelas TK hingga Kelas 2, minggu pekan doanya dilaksanakan di dua lokasi: yaitu Ruang Function Halldan Ruang Konferensi dengan pembicara-pembicara berbakat Ma’am Sharon L. Lintuuran, MEIL, Ma’am Jennifer A. R. Pasuhuk, BAEL, dan Ma’am Kimberly C. Jacobs, S.Pd., yang juga membagikan dan menghidupkan tema-tema yang sama dengan penuh semangat.

Minggu Pekan Doa dibuka dengan pesan yang mengesankan: “Kita diberkati bukan hanya untuk diri kita sendiri, tetapi untuk menjadi berkat bagi dunia.” Pdt. Tolentino menjelaskan kepada siswa bahwa tujuan menerima karunia Tuhan, baik itu talenta, waktu, atau sumber daya, bukanlah untuk menimbunnya, tetapi untuk berbagi. Pesan ini mendorong semua orang untuk melampaui diri sendiri dan melihat kebutuhan orang-orang di sekitar mereka.

Pada hari kedua, pembicara membahas kenyataan tentang kegagalan dan kesalahan. Melalui pesan yang menyatakan, “Seberapa jauh pun kita menyimpang, Tuhan selalu membuka tangan-Nya untuk kita, agar kita kembali kepada-Nya,” para siswa diyakinkan bahwa tidak ada kesalahan yang terlalu besar untuk memisahkan mereka dari kasih Tuhan. Ini adalah pengingat yang kuat tentang anugerah dan kesempatan tak terbatas untuk memulai kembali.

Pesan pada hari Rabu adalah “Menyerahkan diri kepada Allah dan melepaskan idola-idola kita adalah keputusan terbaik yang bisa kita buat,” kata Pdt. Tolentino. Baik itu popularitas, ketergantungan akan gadget, atau ambisi pribadi, pembicara menantang para siswa untuk mempertimbangkan apa yang mereka pegang erat dan menyadari bahwa menukar hal-hal sementara dengan hubungan dengan Allah menguntungkan kita semua.

Pelajaran hari Kamis, “Allah tahu kelemahan kita, tetapi Dia tetap memilih kita dan ingin membentuk kita menjadi versi yang lebih baik.” Dalam budaya yang sering menuntut kesempurnaan, pesan ini membawa kelegaan. Ia menekankan bahwa Allah tidak menunggu kita sempurna untuk menggunakan kita; sebaliknya, Dia melihat potensi kita dan dengan penuh kasih membentuk kita.

Minggu Pekan Doa MIS ditutup dengan panggilan yang kuat untuk bertindak. “Mari kita menyerahkan diri kita untukhidup dalam bimbingan Roh Kudus, dan janganlah kita terjerat oleh keinginan-keinginan duniawi.” Pdt. Tolentino mendorong para siswa untuk menerapkan pelajaran pekan ini dengan membuat pilihan untuk mengundang Roh Kudus memimpin kehidupan sehari-hari mereka.

Pada saat pertemuan terakhir pada 13 Maret, koridor-koridor MIS dipenuhi dengan rasa yang baru. Pekan Doa ini berperan sebagai tombol reset spiritual bagi sekolah MIS. Dengan mengaplikasikan tema-tema harian tentang berkat, anugerah, penyerahan diri, dan penerimaan, Pdt. Edgar B. H. Tolentino membantu siswa MIS melihat diri mereka melalui pandangan Tuhan: bukan sebagai makhluk biasa yang menjalani dunia ini dengan kekacauan, tetapi sebagai individu yang “Diciptakan dengan Tujuan".(*)

 

Editor : Nur Fadilah
#Pekan #MIS #doa