Inisiatif tersebut merupakan kelanjutan dari program yang pertama kali diluncurkan pada musim dingin 2024. Pada tahun kedua pelaksanaannya, lebih dari 1,09 juta item pakaian—terutama produk HEATTECH didistribusikan ke 28 negara dan wilayah, termasuk kawasan Asia, Eropa, Amerika Utara, hingga Timur Tengah.
Senior Group Executive Officer Fast Retailing, Koji Yanai, menyatakan bahwa program ini terlaksana berkat kolaborasi dengan berbagai mitra global, termasuk UNHCR serta sejumlah organisasi nonpemerintah dan mitra industri.
Menurutnya, masih banyak masyarakat di berbagai wilayah dunia yang menghadapi kondisi sulit akibat konflik maupun bencana alam. Karena itu, perusahaan berkomitmen untuk terus menyediakan pakaian yang dapat membantu meningkatkan kualitas hidup mereka.
Sebagian besar donasi tahun ini disalurkan kepada para pengungsi yang kembali ke Syria. Bekerja sama dengan UNHCR, UNIQLO mendistribusikan sekitar 500 ribu pakaian HEATTECH bagi warga yang kembali ke negara tersebut setelah bertahun-tahun mengungsi.
Data UNHCR menunjukkan sekitar 1,35 juta pengungsi telah kembali ke Suriah sejak akhir 2024. Banyak dari mereka menghadapi kondisi kehidupan yang rentan dengan suhu musim dingin yang mendekati titik beku di sejumlah wilayah.
Selain itu, sekitar 500 ribu item pakaian lainnya didistribusikan ke berbagai negara untuk membantu korban bencana, tunawisma, lansia dalam kemiskinan, serta kelompok masyarakat kurang mampu. Program ini juga menjangkau kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia yang menerima sekitar 15.500 item pakaian untuk masyarakat rentan.
Di Jepang, UNIQLO turut menyalurkan sekitar 100 ribu pakaian kepada panti asuhan, keluarga anak-anak dengan penyakit serius, penyandang disabilitas, serta korban bencana, termasuk masyarakat yang terdampak gempa di Semenanjung Noto.
Inisiatif The Heart of LifeWear merupakan bagian dari komitmen sosial UNIQLO untuk menghadirkan kontribusi nyata melalui produk pakaian yang dirancang tidak hanya untuk gaya hidup, tetapi juga untuk meningkatkan kenyamanan dan martabat manusia di berbagai situasi kehidupan.(ame)
Editor : Amelia Beatrix