Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Kolaborasi Indonesia–Australia Lahirkan Inovasi Kesehatan Digital Berbasis Nilai

Amelia Beatrix • Senin, 16 Maret 2026 | 15:49 WIB

Photo
Photo
MANADOPOST.ID - Kolaborasi internasional kembali melahirkan inovasi bagi sistem kesehatan Indonesia. Monash University bersama para pemimpin kesehatan Indonesia mengembangkan perangkat inovasi kesehatan digital bernama Value-Based Digital Health Innovation Canvas (VDHIC). Perangkat ini dirancang untuk membantu transformasi kesehatan digital Indonesia agar lebih berdampak nyata bagi masyarakat.

VDHIC dikembangkan oleh sembilan penerima Australia Awards asal Indonesia melalui program Australia Awards Fellowships, dengan dukungan pendanaan dari Department of Foreign Affairs and Trade. Para peserta bekerja bersama peneliti Monash untuk menerjemahkan visi kesehatan digital nasional menjadi solusi praktis yang dapat diterapkan di lapangan.

Perangkat ini dirancang agar selaras dengan platform data kesehatan nasional SATUSEHAT dan pendekatan regulatory sandbox pemerintah. Melalui VDHIC, rumah sakit dan penyedia layanan kesehatan dapat merancang inovasi digital yang tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga memberi nilai nyata bagi pasien dan tenaga medis.

Lima tujuan utama menjadi fokus perangkat ini: meningkatkan kesehatan populasi, memperbaiki pengalaman pasien, meningkatkan kepuasan tenaga kesehatan, menekan biaya layanan, serta memperkuat kesetaraan akses kesehatan. Selain itu, VDHIC juga mengintegrasikan tata kelola regulasi, klinis, data, dan teknologi sehingga inovasi dapat berkembang secara aman dan terukur.

Menurut Juliana Sutanto, peneliti sistem informasi dari Fakultas Teknologi Informasi Monash University, VDHIC mendorong perubahan paradigma dari sekadar digitalisasi menuju kesehatan digital berbasis nilai. Artinya, teknologi tidak hanya berfungsi mencatat data, tetapi benar-benar menghadirkan manfaat nyata bagi pasien, tenaga medis, dan sistem kesehatan.

Pengembangan VDHIC juga memberi perhatian khusus pada wilayah Indonesia Timur yang memiliki keterbatasan infrastruktur digital. Hal ini memastikan inovasi kesehatan digital tidak hanya relevan di kota besar, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan layanan kesehatan di berbagai daerah.

Ke depan, perangkat ini akan menjadi referensi bagi pengembangan kebijakan kesehatan digital nasional dan diintegrasikan dalam program sandbox Kementerian Kesehatan. Dengan pendekatan kolaboratif dan berbasis nilai, VDHIC diharapkan menjadi fondasi baru bagi ekosistem kesehatan digital Indonesia yang lebih inklusif, efisien, dan berkelanjutan.(ame)

Editor : Amelia Beatrix
#kolaborasi #value based learning #Monash University Indonesia #inovasi