Peluncuran Amartha Empower dilakukan di tengah kuatnya budaya filantropi masyarakat Indonesia. Laporan World Giving Index beberapa tahun terakhir menempatkan Indonesia sebagai negara paling dermawan di dunia, dengan partisipasi masyarakat yang terus berkembang dari sekadar bantuan darurat menuju dukungan jangka panjang bagi program sosial dan ekonomi.
Amartha Empower berada di bawah naungan Amartha.org, yayasan yang dibentuk Amartha untuk memperluas dampak sosial dari ekosistem layanan keuangan digitalnya. Selama 16 tahun beroperasi, Amartha telah melayani lebih dari 3,7 juta pelaku usaha mikro di lebih dari 50.000 desa di Indonesia.
Ketua Amartha.org, Aria Widyanto, mengatakan platform ini dibangun untuk memperkuat model gotong royong yang selama ini menjadi dasar layanan Amartha. Melalui Amartha Empower, kontribusi publik dalam bentuk donasi, zakat, dan sedekah akan dihubungkan dengan berbagai program pemberdayaan ekonomi di desa.
Untuk memperkuat pengelolaan dana sosial, Amartha Empower telah memperoleh izin sebagai Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sejak 2025. Penetapan ini memungkinkan penghimpunan dan penyaluran zakat, donasi, serta sedekah dilakukan secara lebih terstruktur melalui ekosistem digital.
Salah satu inisiatif awal yang dijalankan adalah program pemulihan ekonomi pascabanjir di Aceh dan Sumatra. Melalui dana sekitar Rp2,5 miliar yang berhasil dihimpun, Amartha Empower menyalurkan bantuan logistik kepada lebih dari 32.000 mitra UMKM terdampak serta mendukung berbagai kebutuhan darurat masyarakat.