Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Dari Desa Kenie Sidrap, Akhdan Menjemput Mimpi Menjadi Santri di Bulan Ramadhan Bersama YBM PLN UIP3B Sulawesi

Ayurahmi Rais • Selasa, 17 Maret 2026 | 14:48 WIB

 

Penyerahan bantuan biaya pendidikan dari YBM PLN UIP3B Sulawesi kepada keluarga Sitti Umrah sebagai dukungan bagi Akhdan Akins S. dan Muh. Al Farabi S. untuk melanjutkan pendidikan.
Penyerahan bantuan biaya pendidikan dari YBM PLN UIP3B Sulawesi kepada keluarga Sitti Umrah sebagai dukungan bagi Akhdan Akins S. dan Muh. Al Farabi S. untuk melanjutkan pendidikan.

MANADOPOST.ID– Bulan suci Ramadhan selalu menghadirkan kisah tentang harapan. Di tengah keterbatasan ekonomi yang dijalani sebuah keluarga sederhana di Dusun Kadidi Sidenreng, Desa Kenie, Kecamatan Maritenggae, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), harapan itu kini kembali menyala melalui dukungan pendidikan bagi seorang calon santri muda.

 

Melalui Program Pilar Pendidikan, Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sulawesi menyalurkan bantuan pendidikan kepada Akhdan Akins S., seorang pelajar yang berencana melanjutkan pendidikan ke MA Pondok Pesantren Al Urwatul Wutsqa Benteng, Kabupaten Sidrap. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung langkah Akhdan dalam menempuh pendidikan agama serta membangun masa depan yang lebih baik.

 

Akhdan merupakan anak dari Sitti Umrah, seorang tenaga honorer di salah satu sekolah swasta yang kini harus membesarkan lima orang anaknya seorang diri setelah sang suami berpulang. Bersama anak-anaknya, Sitti Umrah tinggal menumpang di rumah orang tuanya. Sang ayah kini mengalami kelumpuhan, sementara sang ibu dengan setia menemani dan membantu menjaga keluarga kecil tersebut.

Di tengah keterbatasan yang dihadapi, semangat untuk memperjuangkan pendidikan anak-anaknya tetap menjadi prioritas bagi Sitti Umrah.

“Saya berharap anak-anak saya bisa mendapat pendidikan yang baik, terutama agama dan akhlak. Mudah-mudahan kelak ada yang menjadi penghafal Al-Qur’an dan pendakwah. Semoga di akhirat nanti kami sebagai orang tua mendapat mahkota kemuliaan,” tuturnya penuh harap.

Selain Akhdan, adiknya Muh. Al Farabi S. juga akan melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP). Bagi keluarga ini, pendidikan bukan sekadar perjalanan akademik, melainkan ikhtiar untuk memperbaiki masa depan dan mengangkat derajat keluarga melalui ilmu dan akhlak.

General Manager PLN UIP3B Sulawesi sekaligus Pembina YBM PLN UIP3B Sulawesi, Fermi Trafianto, menyampaikan bahwa Ramadhan merupakan momentum untuk memperkuat nilai kepedulian sosial serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pendidikan generasi muda.

“Melalui YBM PLN, kami berupaya memastikan bahwa amanah zakat, infak, dan sedekah dari para muzakki dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dukungan terhadap pendidikan seperti yang diberikan kepada Akhdan dan Farabi diharapkan dapat membuka peluang yang lebih luas bagi generasi muda untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Fermi.

Ia menambahkan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.

Penyerahan bantuan pendidikan dilakukan secara simbolis oleh Amil YBM PLN kepada Muh. Al Farabi S. bersama ibunya, Sitti Umrah, di sekolah Farabi dan disaksikan oleh para guru serta teman-teman sekelasnya.

Program bantuan pendidikan ini merupakan bagian dari komitmen YBM PLN UIP3B Sulawesi dalam menyalurkan amanah zakat, infak, dan sedekah dari para muzakki untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui akses pendidikan yang lebih baik.

Melalui pilar pendidikan, YBM PLN berupaya membantu anak-anak dari keluarga prasejahtera agar tetap memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan melalui jalur pendidikan.

Momentum Ramadhan menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial dapat menjadi energi kebaikan yang menghadirkan harapan baru bagi sesama. Dukungan yang diberikan tidak hanya membantu meringankan beban keluarga penerima manfaat, tetapi juga menjadi penyemangat bagi para pelajar untuk terus menuntut ilmu dan membangun masa depan yang lebih cerah.

Dari sebuah rumah sederhana di Sidrap, langkah kecil seorang anak menuju pesantren kini menjadi simbol harapan. Semoga perjalanan Akhdan dalam menuntut ilmu menjadi awal dari masa depan yang lebih baik, tidak hanya bagi keluarganya, tetapi juga bagi masyarakat yang kelak merasakan manfaat dari ilmu dan akhlak yang ia bawa.

Karena dari satu langkah kecil menuntut ilmu, sering kali lahir cahaya besar bagi masa depan umat.

Editor : Ayurahmi Rais