Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Kementerian ESDM dan PLN Pastikan Sistem Kelistrikan Sulawesi Siap Hadapi Siaga Ramadan dan Idul Fitri 1447 H

Ayurahmi Rais • Selasa, 17 Maret 2026 | 14:52 WIB

Direktur Manajemen Resiko, Adi Lumakso (ketiga dari kiri) didampieral GM PLN UIP3B Sulawesi, Fermi Trafianto saat kegiatan Walk in Gallery Makassar.
Direktur Manajemen Resiko, Adi Lumakso (ketiga dari kiri) didampieral GM PLN UIP3B Sulawesi, Fermi Trafianto saat kegiatan Walk in Gallery Makassar.

MANADOPOST.ID– Pastikan keandalan dan keamanan pasokan energi menjelang Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 1447 H, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan kunjungan kerja ke PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sulawesi melalui peninjauan langsung ke Unit Pengatur Beban Sistem Makassar. 

 

Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian pengawasan pemerintah terhadap kesiapan sektor energi nasional, khususnya kelistrikan, guna memastikan sistem tenaga listrik di wilayah Sulawesi berada dalam kondisi aman, andal, dan terkendali selama periode siaga Ramadan dan Idul Fitri 1447 H Tahun 2026. 

 

Rombongan Kementerian ESDM dipimpin oleh Staf Khusus Menteri ESDM, Muhammad Mahmud Azhar Lubis, serta dihadiri oleh sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan sektor energi, antara lain Anggota Dewan Energi Nasional Dr. Ir. Johni Jonatan Numberi, M.Eng., IPM., ASEAN Eng., Komite BPH Migas Hasby Anshory, Tenaga Ahli Menteri Nurman Hidayat dan Mulyono, Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Ahmad Amiruddin, serta Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Noor Arifin M disambut langsung oleh Direktur Manajemen Proyek PT PLN (Persero) Adi Lumakso. 

Dalam paparannya Adi Lumakso menjelaskan bahwa PLN terus memperkuat pengelolaan risiko operasional sistem tenaga listrik melalui peningkatan kesiapsiagaan infrastruktur, penguatan koordinasi operasi sistem antar unit, serta kesiapan personel di seluruh lini operasi.

“PLN secara konsisten melakukan pemantauan kondisi sistem kelistrikan secara menyeluruh, termasuk kesiapan pembangkit, jaringan transmisi, pusat pengaturan beban, hingga kesiapan personel di lapangan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mitigasi risiko untuk memastikan sistem kelistrikan tetap aman dan andal selama periode Ramadan dan Idul Fitri,” ujar Adi Lumakso.

Staf Khusus Menteri ESDM, Muhammad Mahmud Azhar Lubis, juga menyampaikan apresiasi atas kesiapan PLN dalam memastikan keandalan pasokan listrik selama periode Ramadan dan Idul Fitri.

“Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan dan pemaparan teknis yang disampaikan PLN, sistem kelistrikan di wilayah Sulawesi dalam kondisi siap dan memiliki cadangan daya yang memadai untuk menghadapi periode Ramadan dan Idul Fitri. Kami mengapresiasi langkah-langkah mitigasi risiko serta kesiapsiagaan personel yang telah disiapkan PLN,” ujar Azhar.

Sementara itu, General Manager PLN UIP3B Sulawesi, Fermi Trafianto, menyampaikan bahwa secara umum kondisi sistem kelistrikan Sulawesi berada dalam kondisi aman dengan cadangan daya yang memadai selama periode siaga Ramadan dan Idul Fitri 1447 H.

"Pada Sistem Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel), daya mampu pasok diproyeksikan mencapai sekitar 2.285 MW dengan estimasi beban puncak sebesar 1.718 MW sehingga tersedia cadangan daya sekitar 567 MW. Selain itu, Sistem Sulutgo diproyeksikan memiliki daya mampu pasok sekitar 685 MW dengan perkiraan beban puncak sekitar 401 MW sehingga tersedia cadangan daya sekitar 284 MW.

Baca Juga: Bank Mandiri Siapkan Rp2,3 Triliun Uang Tunai di Sulawesi-Maluku, Jaga Stabilitas Transaksi Ramadan dan Idul Fitri 1447 H

Sementara itu, Sistem Baubau diproyeksikan memiliki daya mampu pasok sekitar 60 MW dengan beban puncak sekitar 49 MW, serta Sistem Luwuk memiliki daya mampu pasok sekitar 52 MW dengan beban puncak sekitar 33 MW, sehingga secara keseluruhan sistem kelistrikan Sulawesi dipastikan siap dan andal dalam memenuhi kebutuhan listrik masyarakat selama periode Ramadan dan Idul Fitri." jelas Fermi.

Untuk menjaga keandalan sistem selama periode siaga, PLN juga melakukan berbagai langkah strategis, antara lain optimalisasi pengaturan operasi pembangkit, pemantauan sistem secara real time melalui dashboard operasi, penguatan skema proteksi sistem, serta kesiapan fasilitas black start dan pengaturan tegangan guna menjaga stabilitas sistem kelistrikan.

Selain kesiapan sistem operasi, PLN juga menyiapkan sistem kesiapsiagaan melalui pembentukan posko siaga serta penyiagaan personel di berbagai titik strategis sistem kelistrikan Sulawesi.

Secara keseluruhan, PLN menyiagakan 29 Posko Siaga yang tersebar di seluruh wilayah operasi, terdiri dari 7 posko di UPT Palu, 7 posko di UPT Makassar, 5 posko di UPT Manado, 4 posko di UPT Kendari, 4 posko di UP2B Makassar, 1 posko di UP2B Minahasa, serta 1 posko gabungan di kantor induk UIP3B Sulawesi.

Posko-posko tersebut berfungsi sebagai pusat koordinasi operasional, pemantauan kondisi sistem, serta percepatan penanganan gangguan apabila terjadi potensi gangguan kelistrikan selama periode siaga Ramadan dan Idul Fitri 1447 H.

Selain itu, PLN juga menyiagakan sekitar 2.657 personel yang terdiri dari pegawai PLN, tenaga alih daya (TAD), serta personel pendukung lainnya yang bertugas menjaga kesiapan operasional pembangkit, jaringan transmisi, gardu induk, hingga pusat pengaturan beban yang beroperasi selama 24 jam.

Personel tersebut tersebar di berbagai unit operasi, antara lain UPT Makassar dengan 146 pegawai dan 635 personel TAD/PGP, UPT Manado dengan 112 pegawai dan 517 TAD/PGP, UPT Palu dengan 98 pegawai dan 443 TAD/PGP, serta UPT Kendari dengan 65 pegawai dan 257 TAD/PGP, serta unit operasi lainnya yang mendukung keandalan sistem kelistrikan Sulawesi, tutup Fermi.

Melalui sinergi antara pemerintah, regulator sektor energi, serta kesiapsiagaan operasional PLN di seluruh lini sistem kelistrikan, pasokan listrik di wilayah Sulawesi diharapkan tetap terjaga andal selama periode Ramadan dan Idul Fitri 1447 H.

PLN menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan kelistrikan yang aman, stabil, dan berkelanjutan bagi masyarakat, sehingga aktivitas ibadah, mobilitas masyarakat, serta kegiatan ekonomi selama Ramadan hingga perayaan Idul Fitri dapat berlangsung dengan nyaman dan tanpa gangguan kelistrikan.

Editor : Ayurahmi Rais