Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Riset Populix: Tren Baju Lebaran 2026 Didominasi Gaya Minimalis dan Outfit Serasi Keluarga

Amelia Beatrix • Rabu, 18 Maret 2026 | 10:53 WIB

Photo
Photo
MANADOPOST.ID – Perayaan Idulfitri yang identik dengan tradisi mengenakan pakaian baru kini mengalami pergeseran makna, khususnya di kalangan generasi muda. Hal ini terungkap dalam riset terbaru yang dilakukan oleh Populix terhadap 1.000 responden dari kalangan Gen Z dan Milenial.

Secara etimologis, Idulfitri berasal dari bahasa Arab ‘Id al-Fitr yang berarti kembali kepada kesucian. Namun, makna tersebut tidak lagi selalu diwujudkan dalam bentuk membeli pakaian baru.

Tak Harus Baru, Asal Kompak

Research Director Populix, Susan Adi Putra, mengungkapkan bahwa mayoritas Gen Z dan Milenial kini lebih realistis dalam menyikapi tradisi baju Lebaran.

“Meskipun hampir sepertiga masih mengidentikkan Idulfitri dengan baju baru, mayoritas kini lebih mempertimbangkan kelayakan pakaian dan kondisi keuangan,” ujarnya.

Sebanyak 30% responden menilai kelayakan pakaian lebih penting dibanding membeli baru, sementara 26% hanya akan membeli jika kondisi finansial memungkinkan. Adapun 29% masih mempertahankan pandangan bahwa Lebaran identik dengan pakaian baru.

Di sisi lain, tren baju serasi atau “family outfit” semakin menguat. Tujuh dari sepuluh keluarga Indonesia berencana mengenakan pakaian senada saat Lebaran. Empat di antaranya memilih serasi dengan keluarga besar, sementara tiga lainnya cukup dengan keluarga inti.

Selain sebagai simbol kebersamaan, tren ini juga didorong oleh keinginan tampil rapi saat momen foto bersama keluarga.

Inspirasi dari Media Sosial

Dalam menentukan gaya dan warna, keputusan umumnya diambil bersama, terutama oleh kalangan Milenial. Sementara itu, sebagian Gen Z masih mengikuti pilihan orang tua.

Dari sisi anggaran, mayoritas responden mengalokasikan dana sekitar Rp500.000 atau kurang untuk satu set pakaian Lebaran. Milenial cenderung memiliki anggaran lebih besar, bahkan mencapai di atas Rp1.000.000.

Sebanyak 82% responden mengaku mencari inspirasi melalui media sosial, diikuti oleh live streaming sebesar 39%. Temuan ini menegaskan kuatnya peran platform digital dalam membentuk tren fesyen saat ini.

Gaya Minimalis Jadi Pilihan

Tren utama Lebaran 2026 mengarah pada gaya minimalis dan rapi. Potongan sederhana dengan warna netral menjadi pilihan favorit, disusul oleh pakaian yang bersifat fungsional dan dapat digunakan kembali di luar momen Lebaran.

Dari segi warna, terdapat perbedaan preferensi antara laki-laki dan perempuan. Perempuan cenderung memilih warna earth tone seperti beige, olive, khaki, dan cokelat, serta warna pastel. Sementara itu, laki-laki lebih menyukai warna putih, diikuti earth tone dan warna gelap seperti hitam.

Penelitian ini dilakukan pada 18–19 Februari 2026 terhadap 1.000 responden yang terdiri dari 51% Gen Z dan 49% Milenial, dengan mayoritas beragama Islam dan komposisi gender yang seimbang.

Hasil riset ini menunjukkan bahwa makna baju Lebaran kini semakin fleksibel. Bagi Gen Z dan Milenial, esensi Idulfitri tidak lagi semata soal pakaian baru, melainkan lebih pada kebersamaan, kenyamanan, dan kesadaran finansial.(ame)

Editor : Amelia Beatrix
#genz #keluarga #minimalis #riset #pakaian lebaran #idulfitri #Populix