Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

INFO PENTING: BNI akan Hentikan Layanan Internet Banking 21 April 2026, Imbau Nasabah Beralih ke Wondr dan BNIdirect

Ayurahmi Rais • Rabu, 25 Maret 2026 | 18:36 WIB

 

 

Internet Banking BNI akan dihentikan pada April mendatang. Nasabah diminta beralih ke Wonder by BNI.
Internet Banking BNI akan dihentikan pada April mendatang. Nasabah diminta beralih ke Wonder by BNI.

 

MANADOPOST.ID- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) akan menghentikan layanan internet banking mulai 21 April 2026 sebagai bagian dari transformasi digital perusahaan.

Kebijakan ini dilakukan untuk mendorong penggunaan platform perbankan yang lebih terintegrasi dan efisien.

Seiring dengan itu, BNI meminta seluruh nasabah untuk segera beralih ke layanan digital pengganti yang telah disiapkan.

Dalam keterangan resminya, BNI menyampaikan, transaksi keuangan ke depan diarahkan melalui dua kanal utama, yakni aplikasi wondr by BNI untuk nasabah individu serta BNIdirect untuk kebutuhan bisnis.

“Nasabah diimbau memindahkan aktivitas transaksi ke wondr by BNI untuk individu, serta BNIdirect bagi nasabah dengan kebutuhan operasional usaha,” demikian pernyataan BNI.

Aplikasi wondr by BNI dirancang sebagai platform terpadu yang tidak hanya melayani transaksi harian, tetapi juga membantu pengelolaan keuangan dan perencanaan finansial.

Layanan ini menggabungkan fitur transaksi, analisis keuangan (insight), hingga pengembangan aset (growth) dalam satu aplikasi.

Sementara itu, BNIdirect difokuskan untuk pelaku usaha dengan kebutuhan transaksi yang lebih kompleks. Platform ini menyediakan berbagai fitur seperti transfer instan, otorisasi transaksi, hingga layanan transaksi massal dan laporan keuangan yang terintegrasi.

Dengan fitur tersebut, pelaku usaha dapat memantau arus kas secara lebih praktis sesuai kebutuhan operasional bisnis.

Di tengah proses peralihan ini, BNI juga mengingatkan nasabah agar lebih waspada terhadap potensi kejahatan digital yang mengatasnamakan bank.

Manajemen menegaskan,  BNI tidak pernah meminta data pribadi nasabah, termasuk kode OTP, PIN, password, maupun informasi kartu.

Nasabah diminta memastikan hanya mengakses layanan resmi serta tidak membagikan data sensitif kepada pihak mana pun guna menghindari risiko penipuan

Editor : Ayurahmi Rais