MANADOPOST.ID-Selang Januari hingga Februari 2026, Sulawesi Utara (Sulut) membukukan Devisa Ekspor sebesar 206,03 juta USD atau setara dengan Rp3.501.397.438.000. Angka ini naik 9,26 persen year on year.
Sementara Impor alami penurunan 9,22 persen dengan realisasi 22,31 juta USD atau setara dengan Rp379.149.526.000 (Asumsi Kurs, Minggu (5/4/2026).
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut Agus Sudibyo memaparkan, komoditas ekspor terbesar pada Januari-Februari masih didominasi lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15), senilai 150,95 juta USD atau naik 10,55 persen dibanding periode yang sama tahun 2025.
"Sedangkan untuk komoditas impor terbesar adalah bahan bakar mineral (HS 27), senilai 14,67 juta USD atau turun 16,98 persen dibanding periode yang sama tahun 2025," katanya, di sela BRS, pekan lalu.
Adapun, lanjutnya, negara tujuan ekspor terbesar adalah Amerika Serikat. Dengan nilai 42,91 USD juta atau naik 454,24 persen dibanding periode yang sama 2025.
Sementara, Singapura menjadi negara asal impor terbesar Januari-Februari 2026 yang mencapai 7,80 juta USD, atau naik 385,26 persen dibanding periode yang sama tahun 2025. "Secara kumulatif ekspor Sulut terus meningkat," kuncinya.
Editor : Ayurahmi Rais