Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Perkuat Konektivitas Kawasan, Forum Bisnis Filipina–Indonesia di Manado Dorong Investasi BIMP-EAGA

Ayurahmi Rais • Kamis, 9 April 2026 | 18:20 WIB

 

Konsul Jenderal Republik Filipina di Manado,  Mary Jennifer Domingo Dingal, Gubernur Davao de Oro, Hon. Raul G. Mabanglo, Kaban Perbatasan Sulut Henry Kaitjily.
Konsul Jenderal Republik Filipina di Manado, Mary Jennifer Domingo Dingal, Gubernur Davao de Oro, Hon. Raul G. Mabanglo, Kaban Perbatasan Sulut Henry Kaitjily.

 

MANADOPOST.ID — Forum Bisnis Filipina–Indonesia yang digelar di Manado, Sulawesi Utara, Rabu (9/4/2026), menjadi momentum strategis dalam memperkuat konektivitas dan mendorong investasi di kawasan sub-regional BIMP-EAGA.

 

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Sintesa Peninsula ini mengusung tema “Advancing Connectivity and Investment for an Inclusive, Borderless BIMP-EAGA”, dengan mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan dari Indonesia dan Filipina.

Dalam sambutannya, Konsul Jenderal Republik Filipina di Manado, Mary Jennifer Domingo Dingal, menegaskan pentingnya memperkuat hubungan ekonomi kedua wilayah yang selama ini telah memiliki kedekatan geografis dan historis.

Menurutnya, kerja sama antara Manado dan Sulut memiliki potensi besar untuk dikembangkan, terutama di sektor perdagangan, pariwisata, dan investasi.

Ia pun menegaskan untuk terus membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah dalam mengembangkan potensi ekonomi. 

Philippines Indonesia Business Forum.
Philippines Indonesia Business Forum.

 

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Davao de Oro, Hon. Raul G. Mabanglo, memperkenalkan wilayah Davao sebagai gateway corridor menuju kawasan BIMP-EAGA.

Ia menilai posisi strategis tersebut dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan Sulawesi Utara.

“Davao memiliki potensi besar sebagai pintu masuk kerja sama kawasan. Ini peluang untuk memperkuat perdagangan, investasi, serta konektivitas antarwilayah,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, kolaborasi antara Sulawesi Utara dan tiga provinsi di Philipina yakni, Davao de Oro, Davao Oriental, dan Davao Occidental, yang menegaskan komitmen bersama dalam penguatan sektor pariwisata, konektivitas, serta pertukaran budaya.

"Pariwisata dapat menjadi jembatan penting untuk mempererat hubungan antarmasyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di kawasan," tegasnya. 

Di sisi lain, Gubernur Sulut Yulius Selvanus melalui Kepala Pengelola Perbatasan Daerah (Kaban Perbatasan) Sulut Henry Kaitjily juga menekankan pentingnya forum ini sebagai wadah konkret untuk membangun kemitraan yang berkelanjutan.

Ia menyebut, Sulut memiliki posisi strategis sebagai hub penghubung Indonesia dengan Filipina selatan, sehingga perlu dimaksimalkan melalui kolaborasi lintas sektor.

Terlebih lagi, Sulut merupakan salah satu daerah dengan sentra kelapa terbesar di Indonesia. Tak hanya itu, dari sisi pariwisata, Sulut juga merupakan daerah dengan potensi pariwisata yang sangat besar. Sehingga kerjasama sangat penting. "Konektivitas itu adalah kunci. Saya harap ini akan memberikan dampak yang baik," harapnya. 

Selain itu, kerja sama ini diharapkan mampu membuka jalur baru di sektor perdagangan, investasi, dan transportasi, serta memperkuat integrasi kawasan BIMP-EAGA yang lebih dinamis dan tanpa batas.

Melalui forum ini, hubungan ekonomi antara Indonesia dan Filipina diharapkan semakin erat, sekaligus mendorong Sulawesi Utara dan Mindanao menjadi simpul penting dalam pertumbuhan ekonomi kawasan timur ASEAN.

Editor : Ayurahmi Rais
#Investasi #Sulut #Pariwisata #davao