MANADOPOST.ID — Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di Sulawesi Utara (Sulut) diminta mengoptimalkan serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Agar terhindar dari pembengkakan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA), seperti tahun 2025.
Mengutip data Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb), SILPA tahun anggaran 2025 mencapai Rp3,733 triliun. Angka ini naik tajam dibandingkan SILPA tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp581,37 miliar (lihat grafis,red).
Hal ini tidak lepas dari rendahnya realisasi belanja daerah. Dalam laporan yang sama, realisasi belanja daerah 2025 hanya sekitar 71,65 persen dari target, dengan kontraksi mencapai -25,41 persen (year on year). Sementara itu, pendapatan daerah juga mengalami penurunan sekitar -3,56 persen (yoy).
Ekonom Sulut Dr Robert Winerungan menyoroti, kondisi ini memperlihatkan adanya ketidakseimbangan antara dana yang tersedia dan kemampuan pemerintah daerah dalam mengeksekusinya. Anggaran yang tidak terserap pada akhirnya menumpuk menjadi SILPA dalam jumlah besar.
Winerungan menegaskan, besarnya SILPA merupakan sinyal kuat lemahnya perencanaan dan eksekusi anggaran. “Besarnya dana SILPA mencerminkan perencanaan anggaran yang belum optimal. Tahun 2026 harus jadi momentum untuk memperbaiki, dengan memanfaatkan SILPA bersama APBD induk secara tepat waktu,” imbaunya.
Ia menekankan, realisasi APBD sangat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Ketika belanja tertahan, maka aktivitas ekonomi ikut melambat.
“Banyak daerah mengeluhkan penurunan dana transfer, tapi di sisi lain tidak diimbangi dengan kemampuan merealisasikan anggaran yang ada. Dana tersedia, tetapi tidak digunakan secara maksimal,” tegasnya.
Menurutnya, pemerintah daerah juga harus memperkuat sisi perencanaan pendapatan, termasuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta memastikan realisasi anggaran berjalan tepat sasaran dan tepat waktu.
“Kalau dana yang sudah ada saja belum bisa dimanfaatkan optimal, tentu menjadi pertanyaan bagaimana upaya menambah sumber pendapatan baru,” tambahnya.
Karena itu, lanjutnya, seluruh OPD di Sulut didorong untuk mempercepat pelaksanaan program sejak awal tahun, memperbaiki kualitas perencanaan, serta meningkatkan disiplin dalam penyerapan anggaran. "Tanpa langkah konkret, potensi terulangnya SILPA besar seperti tahun 2025 akan kembali membayangi kinerja fiskal daerah," kuncinya.
Perbandingan Realisasi Belanja Daerah Sulut 2024 Hingga 2025.
*BELANJA DAERAH SULUT 2024
Target: Rp17,57 Triliun
Realisasi: Rp16,95 T
Persentase: 96,49%
SILPA: Rp581,37 M
*BELANJA DAERAH SULUT 2025
Target: Rp17,65 T
Realisasi: Rp12,64 T
Persentase: 71,65%
SILPA: Rp3,73 T
Sumber: DJPb Sulut, Diolah Manado Post, Senin (14/4/2026)