MANADPOST.ID—PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Branch Office (BO) Boulevard menggelar sosialisasi dan simulasi tanggap bencana gempa bumi sebagai bagian dari implementasi Business Continuity Management (BCM), Rabu (15/4).
Kegiatan ini menjadi langkah antisipatif di tengah potensi risiko bencana alam, sekaligus memastikan operasional perbankan tetap berjalan dalam situasi darurat. Selain itu, simulasi juga difokuskan pada peningkatan kesadaran dan kesiapsiagaan pegawai dalam menghadapi gempa.
BRI BO Boulevard menghadirkan Penata Penanggulangan Bencana (PB) Ahli Muda BPBD Provinsi Sulawesi Utara, Danny Repi, sebagai narasumber. Ia menekankan pentingnya edukasi kebencanaan sejak dini di lingkungan kerja.
“Sosialisasi dan simulasi gempa tidak bisa dianggap sepele. Pendidikan awal kepada karyawan sangat berpengaruh dalam menyelamatkan nyawa. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan kepada pekerja tentang cara menyelamatkan diri saat gempa terjadi serta meminimalisir risiko pascagempa,” ujar Danny.
Sementara itu, Branch Office Head BRI BO Boulevard, Fauzan Rahman, didampingi SBO Head Manado Vandy Sekeon, menjelaskan bahwa kegiatan BCM merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mempersiapkan sumber daya manusia menghadapi berbagai kemungkinan terburuk.
“Kegiatan BCM ini bertujuan untuk mempersiapkan setiap individu dalam menghadapi risiko gempa bumi. Dengan simulasi ini, minimal kita tahu apa yang harus dilakukan saat gempa terjadi dan setelah gempa selesai,” kata Fauzan.
Melalui simulasi langsung, para peserta diajak mempraktikkan langkah-langkah penyelamatan diri, mulai dari saat gempa terjadi hingga proses evakuasi. Pendekatan ini dinilai efektif agar pegawai lebih memahami prosedur tanggap darurat secara nyata.
BRI berharap, kegiatan ini dapat memperkuat budaya siaga bencana di lingkungan kerja, sekaligus memastikan perlindungan terhadap pegawai, aset, dan keberlangsungan layanan kepada masyarakat
Editor : Ayurahmi Rais