Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Perkuat Digitalisasi, Pupuk Indonesia Jamin Penyaluran Pupuk Subsidi 2026 Tepat Sasaran via iPubers

Ayurahmi Rais • Sabtu, 18 April 2026 | 11:21 WIB

 

Regional CEO 4 PT Pupuk Indonesia Wisnu Ramadhani didampingo jajaran Manajemen Endah Wulandari,
Eko Winarto  dan  ⁠Heru Sofyan Firmansyah, di sela Media Gathering Jumat (17/4).
Regional CEO 4 PT Pupuk Indonesia Wisnu Ramadhani didampingo jajaran Manajemen Endah Wulandari, Eko Winarto dan ⁠Heru Sofyan Firmansyah, di sela Media Gathering Jumat (17/4).

 

 

 

MANADOPOST.ID– Kepastian ketersediaan dan kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi menjadi prioritas utama dalam menjaga stabilitas produktivitas pertanian nasional sepanjang tahun 2026.

Langkah strategis dilakukan melalui penguatan stok di tingkat regional, digitalisasi sistem penebusan, hingga penyesuaian harga yang lebih terjangkau guna memastikan input pertanian tersebut sampai ke tangan petani yang berhak secara tepat waktu dan tepat sasaran.

​Komitmen tersebut ditegaskan oleh Regional CEO 4 PT Pupuk Indonesia (Persero), Wisnu Ramadhani, dalam acara Media Gathering, Jumat (17/4)

 

Ia menjelaskan, seluruh infrastruktur distribusi di wilayah kerjanya telah disiagakan untuk mendukung musim tanam, didukung oleh kapasitas produksi nasional yang mencapai 14,8 juta ton per tahun dari lima pabrik utama di bawah naungan Pupuk Indonesia Grup.

​Dalam paparannya, Wisnu mengungkapkan bahwa per 11 April 2026, total stok pupuk di wilayah Regional 4 tercatat sangat mencukupi yakni mencapai 207.216 ton. 

"Dari jumlah tersebut, stok pupuk subsidi mendominasi dengan total 195.779 ton, sementara sisanya merupakan stok non-subsidi sebesar 11.437 ton. Ketersediaan stok yang melimpah ini tersebar di berbagai provinsi, dengan titik konsentrasi terbesar berada di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara sebagai lumbung pangan di wilayah timur," jelasnya. 

​Lebih lanjut, Wisnu menjelaskan bahwa sistem penyaluran tahun ini mengalami peningkatan signifikan melalui implementasi Perpres 6/2025 dan Permentan 15 Tahun 2025. Proses distribusi kini semakin transparan dengan adanya integrasi data e-RDKK ke dalam aplikasi iPubers.

Sistem ini memungkinkan pemantauan pergerakan pupuk mulai dari gudang produsen hingga ke kios pengecer melalui fitur pelacakan pengiriman secara real-time, sehingga potensi penyimpangan dapat diminimalisir.

​Terkait harga, Wisnu menggarisbawahi kebijakan pemerintah yang telah menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sejak Oktober 2025 lalu untuk meringankan beban biaya produksi petani. Saat ini, harga Urea berada di angka Rp1.800 per kg atau Rp90.000 per zak, NPK Phonska Rp1.840 per kg atau Rp92.000 per zak, serta Pupuk Organik seharga Rp640 per kg. Selain itu, tersedia pula pupuk spesifik seperti NPK Khusus Kakao dengan harga Rp2.640 per kg dan ZA Khusus Tebu seharga Rp1.360 per kg.

​ia memaparkan, sesuai dengan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1360 Tahun 2025, alokasi subsidi ini difokuskan pada sembilan komoditas pangan dan perkebunan strategis, di antaranya padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu rakyat, kakao, dan kopi. 

Ia pun menegaskan bahwa dengan sinergi antara ketersediaan stok yang kuat dan sistem digitalisasi yang mumpuni, Pupuk Indonesia optimis kedaulatan pangan nasional dapat terus terjaga melalui distribusi pupuk yang akuntabel

Editor : Ayurahmi Rais
#Pupuk Indonesia #PT Pupuk Indonesia #Regional CEO empat PT Pupuk Indonesia Wisnu Ramadhani