Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Novo Nordisk Gandeng OpenAI, Percepat Revolusi AI dalam Penemuan Obat Global

Amelia Beatrix • Minggu, 19 April 2026 | 22:58 WIB
ILUSTRASI -  Kolaborasi strategis antara Novo Nordisk dan OpenAI dalam memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat penemuan obat, meningkatkan efisiensi manufaktur, serta memperluas distribusi terapi inovatif bagi pasien di seluruh dunia.
ILUSTRASI - Kolaborasi strategis antara Novo Nordisk dan OpenAI dalam memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat penemuan obat, meningkatkan efisiensi manufaktur, serta memperluas distribusi terapi inovatif bagi pasien di seluruh dunia.

MANADOPOST.ID — Novo Nordisk resmi menjalin kemitraan strategis dengan OpenAI guna mempercepat transformasi kecerdasan buatan (AI) di sektor kesehatan, mulai dari penemuan hingga distribusi obat. Langkah ini menempatkan perusahaan farmasi asal Denmark tersebut di garis depan inovasi teknologi medis global.

Kolaborasi ini berfokus pada pemanfaatan kemampuan AI canggih untuk menganalisis data dalam skala besar, mengidentifikasi kandidat obat potensial, serta memangkas waktu dari tahap riset hingga produk dapat diakses pasien. Selain itu, integrasi AI juga akan diterapkan dalam operasional komersial, manufaktur, hingga rantai pasok secara menyeluruh.

Presiden dan CEO Novo Nordisk, Mike Doustdar, menegaskan bahwa kemitraan ini menjadi tonggak penting dalam menghadirkan solusi terapi inovatif, khususnya bagi jutaan penderita diabetes dan obesitas di dunia. Dengan AI, perusahaan mampu menemukan pola baru dalam data medis dan mempercepat pengujian hipotesis ilmiah yang sebelumnya memerlukan waktu lebih lama.

Di sisi lain, Sam Altman menyebut sektor ilmu hayati sebagai salah satu bidang yang paling terdampak positif oleh perkembangan AI. Ia menilai kerja sama ini tidak hanya mempercepat penemuan ilmiah, tetapi juga menciptakan sistem operasional global yang lebih efisien serta meningkatkan kualitas penanganan pasien.

Kemitraan ini juga mencakup peningkatan keterampilan tenaga kerja melalui penguatan literasi AI di seluruh organisasi Novo Nordisk. Sejumlah program percontohan akan diluncurkan lintas departemen, termasuk riset dan pengembangan, produksi, serta operasional bisnis, dengan target implementasi penuh pada akhir 2026.

Meski mengadopsi teknologi mutakhir, kedua perusahaan menegaskan bahwa penggunaan AI akan tetap berada dalam kerangka tata kelola data yang ketat, dilengkapi pengawasan manusia untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi dan prinsip etika.

Langkah strategis ini melanjutkan berbagai inisiatif AI yang sebelumnya telah dijalankan Novo Nordisk bersama mitra teknologi dan lembaga riset global. Dengan pendekatan tersebut, perusahaan berharap dapat mempercepat hadirnya terapi baru yang tidak hanya inovatif, tetapi juga berdampak nyata bagi kualitas hidup pasien di seluruh dunia.(ame)

Editor : Amelia Beatrix
#Novo Nordisk #penemuan obat #Open AI