Kinerja positif tersebut didorong oleh meningkatnya kontribusi kendaraan energi baru (NEV). Sepanjang kuartal pertama, penjualan NEV mencapai 369.059 unit atau sekitar 55 persen dari total penjualan, naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada Maret saja, penjualan kendaraan penumpang mencapai 233.031 unit, dengan 127.319 unit di antaranya berasal dari lini NEV yang mencakup merek Geely, Zeekr, dan Lynk & Co.
Selain penjualan domestik, ekspansi global Geely Auto Group juga menunjukkan lonjakan signifikan. Volume ekspor pada Maret mencapai 81.639 unit, meningkat tajam 120 persen secara tahunan dan menjadi rekor tertinggi perusahaan. Secara kumulatif, penjualan di luar Tiongkok selama kuartal pertama mencapai 203.024 unit, tumbuh 126 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kontribusi NEV terhadap ekspor juga dominan, yakni sebesar 64 persen.
Di segmen kendaraan listrik, lini Geely NEV tampil sebagai pendorong utama pertumbuhan. Penjualan mencapai 238.859 unit sepanjang kuartal pertama, dengan pencapaian kumulatif lebih dari 2 juta unit hanya dalam 37 bulan. Model seperti Geely EX2, EX5, dan Starray EM-i menjadi tulang punggung dengan performa penjualan global yang kuat.
Sementara itu, merek premium Zeekr dan Lynk & Co turut memperkuat posisi Geely di pasar global. Zeekr mencatat pertumbuhan pengiriman 90 persen secara tahunan pada Maret, sedangkan Lynk & Co membukukan peningkatan penjualan kuartalan sebesar 12 persen.
Di kawasan Asia Tenggara, Geely memperluas kehadirannya, khususnya di Indonesia dan Thailand. Pengiriman perdana Geely EX2 telah melampaui 5.000 unit di kedua negara. Di Indonesia, perusahaan juga meningkatkan локalisasi dengan tingkat TKDN mencapai 46,5 persen serta memperluas jaringan diler dari 45 menjadi target 80 unit hingga akhir tahun.
Dengan strategi elektrifikasi, inovasi teknologi, dan ekspansi global yang agresif, Geely terus memperkuat momentumnya untuk bersaing di pasar otomotif dunia yang semakin kompetitif.(ame)
Editor : Amelia Beatrix