Dokter estetika, dr. Phery Cendres, M. Biomed (AAM), mengungkapkan bahwa pendekatan terbaru dalam penggunaan Toksin Botulinum mengarah pada konsep preventive aging, yaitu perawatan yang dilakukan sebelum kerutan terbentuk, umumnya pada usia 35 hingga 40 tahun. Strategi ini sejalan dengan tren slow aging, di mana proses penuaan diperlambat secara bertahap tanpa mengubah karakter wajah secara drastis. Pendekatan ini dinilai mampu memberikan hasil yang lebih alami dan proporsional.
Selain wajah, penggunaan toksin botulinum kini juga mulai merambah ke area tubuh. Salah satu tren yang berkembang adalah penyuntikan pada bagian bahu untuk menciptakan ilusi leher yang lebih jenjang dan siluet tubuh yang lebih seimbang. Perkembangan ini menunjukkan bahwa fungsi toksin botulinum semakin luas, tidak hanya untuk estetika wajah tetapi juga pembentukan kontur tubuh.
Dari sisi hasil, perawatan ini dikenal memberikan efek yang relatif cepat. Perubahan dapat mulai terlihat dalam beberapa hari setelah tindakan dan umumnya bertahan selama beberapa bulan. Hal ini menjadikannya pilihan populer bagi masyarakat yang menginginkan hasil instan tanpa harus menjalani prosedur bedah.
Namun demikian, keberhasilan perawatan sangat bergantung pada kompetensi dokter yang menangani. Setiap tindakan harus disesuaikan dengan kondisi anatomi pasien, mengingat penyuntikan dilakukan pada berbagai lapisan jaringan. Teknik injeksi yang tepat serta penggunaan alat penunjang menjadi faktor penting untuk mencapai hasil yang optimal dan aman. Di tengah maraknya informasi di media sosial, masyarakat juga diimbau untuk lebih selektif. Tidak semua informasi yang beredar dapat dipertanggungjawabkan secara medis, sehingga konsultasi dengan tenaga profesional tetap menjadi langkah utama sebelum menjalani perawatan.
Selain itu, aspek keamanan tidak boleh diabaikan. Pasien disarankan untuk tidak tergiur dengan harga murah tanpa jaminan kualitas. Keaslian produk, standar distribusi, serta pelatihan dokter menjadi faktor krusial yang memengaruhi keamanan dan hasil akhir perawatan.
Dengan tren yang terus berkembang, Toksin Botulinum diperkirakan akan tetap menjadi salah satu pilihan utama dalam dunia estetika modern, seiring kontribusi inovasi dari Daewoong Pharmaceutical dan CGBIO dalam mendukung perkembangan teknologi di bidang kesehatan dan estetika. Efektivitas, risiko yang relatif minim, serta hasil yang natural menjadikannya solusi yang relevan bagi masyarakat yang ingin menjaga penampilan secara aman dan berkelanjutan.(ame)
Editor : Amelia Beatrix