MANADOPOST.ID – PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Citra Dumoga berkomitmen dan konsisten mendorong ekonomi desa melalui perluasan akses pembiayaan bagi pelaku UMKM.
Komitmen tersebut kembali dipertegas dalam kegiatan “Peran Bank Citra dalam Mendorong Peningkatan Ekonomi UMKM Bersama OJK dan Pemkab Bolmong” yang digelar di Desa Mopuya, Selasa (5/5/2026).
Bukan sekadar seremoni, kegiatan ini menitikberatkan pada implementasi langsung penyaluran kredit kepada pelaku usaha sektor riil. Puluhan UMKM di wilayah Mopuya Raya menerima pembiayaan dengan plafon Rp100 juta hingga Rp1 miliar.
Sektor yang disentuh beragam, mulai dari pertanian padi, penggilingan, hingga peternakan.
Dalam sambutannya, Direktur Utama BPR Citra Dumoga, Christina Frederik, menegaskan arah kebijakan bank tetap konsisten, yakni memperkuat ekonomi, khususnya UMKM.
“UMKM adalah penggerak utama ekonomi. Bank Citra hadir untuk membuka akses pembiayaan yang lebih mudah agar usaha mereka bisa berkembang,” ujarnya.
Ia menyebut, ekspansi kredit yang dilakukan juga sejalan dengan upaya memperluas inklusi keuangan di Bolaang Mongondow (Bolmong). Penyaluran pembiayaan tidak hanya dilihat sebagai bisnis, tetapi juga bagian dari misi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia menekankan, langkah tersebut merupakan respons atas terbitnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 19 Tahun 2025 tentang Kemudahan Akses Pembiayaan UMKM.
“Regulasi ini mendorong perbankan, termasuk BPR, untuk lebih agresif menyalurkan kredit ke sektor produktif,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala OJK Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara (SulutGoMalut), Robert Sianipar, menilai langkah Bank Citra Dumoga sebagai contoh konkret.
“Selama ini banyak pelaku usaha kesulitan akses modal dan beralih ke rentenir. POJK 19 membuka ruang agar pembiayaan lebih mudah, dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian. Saya mengapresiasi peran BPR Citra Dumoga,” ujarnya.
Namun, Sianipar mengingatkan penyaluran kredit harus diarahkan ke sektor strategis daerah. Untuk Bolmong, sektor pertanian dan perkebunan dinilai paling relevan. “Risiko tetap ada, tetapi harus dimitigasi, bukan dihindari,” katanya.
Di sisi lain, Komisaris Utama BPR Citra Dumoga, Vicky Palit, membeberkan kinerja positif perseroan. Hingga April 2026, total aset mencapai Rp245 miliar, sementara penyaluran kredit berada di angka Rp185 miliar. Dana pihak ketiga juga tumbuh, dengan tabungan Rp47 miliar dari 7.572 penabung dan deposito Rp150 miliar dari 450 deposan.
“Posisi kami saat ini masuk tiga besar BPR terbaik di SulutGoMalut. Ini menjadi dasar untuk terus melakukan ekspansi, terutama di sektor UMKM. Kami menjadi satu-satunya BPR yang menyalurkan kredit produktif sebesar 65 persen,”
Ia berharap kedepannya Dumoga terus mendapatkan kepercayaan masyarakat sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih besar.
Harapan tersebut turut diamini Wakil Bupati Bolmong, Donny Lumenta. Ia mengimbau agar perbankan terus menyederhanakan akses kredit, khususnya bagi petani dan pelaku usaha kecil.
Ia mengaku telah menjadi nasabah Bank Citra Dumoga sejak 2005 dan melihat langsung dampaknya bagi masyarakat.
“Peran Bank Citra sangat terasa di Bolmong. Ke depan, kolaborasi seperti ini perlu diperkuat,” ujarnya.
Diketahui, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan panen padi bersama dan penandatanganan akad kredit.
Agenda menjadi simbol keterhubungan antara pembiayaan dan sektor produksi, terutama pertanian yang menjadi basis ekonomi Bolmong.
Editor : Ayurahmi Rais