Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Bincang Kreatif Seni Pertunjukan di Banjarmasin Dorong Seniman Lokal Kembangkan Karya Profesional

Amelia Beatrix • Minggu, 10 Mei 2026 | 17:12 WIB
(kanan) Billy Gamaliel, Program Manager Bakti Budaya Djarum Foundation
(kanan) Billy Gamaliel, Program Manager Bakti Budaya Djarum Foundation

MANADOPOST.ID — Bakti Budaya Djarum Foundation menghadirkan Bincang Kreatif Seni Pertunjukan di Banjarmasin sebagai upaya memperkuat ekosistem seni pertunjukan Indonesia sekaligus mendorong lahirnya karya-karya kreatif yang lebih profesional. Kegiatan yang berlangsung di Lecture Theater FISIP Universitas Lambung Mangkurat ini diikuti sekitar 200 peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, komunitas, hingga praktisi seni pertunjukan.

Mengusung tema “Dari Ide ke Panggung”, acara ini menjadi ruang berbagi pengetahuan bagi para pelaku seni untuk memahami proses kreatif, pengembangan ide, hingga manajemen produksi pertunjukan secara lebih komprehensif. Kegiatan ini juga menjadi bagian awal dari rangkaian program Ruang Kreatif Seni Pertunjukan 2026.

Program Manager Bakti Budaya Djarum Foundation, Billy Gamaliel, mengatakan pihaknya ingin mendorong generasi muda tidak hanya berani berkarya, tetapi juga memahami proses mengembangkan ide menjadi karya yang matang dan siap dipentaskan.

“Ruang Kreatif Seni Pertunjukan kami hadirkan kembali sebagai bentuk komitmen berkelanjutan dalam membangun ekosistem seni pertunjukan yang lebih kuat, inklusif, dan profesional di Indonesia,” ujarnya.

Dalam diskusi tersebut, koreografer dan penari ternama Eko Supriyanto membagikan pandangannya mengenai pentingnya riset dan dialog budaya dalam proses kreatif seni pertunjukan. Menurutnya, karya yang kuat lahir dari pengalaman serta kemampuan seniman mengolah nilai lokal menjadi bahasa artistik yang relevan secara global.

“Tradisi perlu diposisikan sebagai pengetahuan dan karya intelektual. Tantangannya adalah bagaimana mengolah nilai lokal menjadi bahasa artistik yang tetap memiliki spirit budaya sekaligus relevan dengan perkembangan global,” kata Eko.

Sementara itu, praktisi seni pertunjukan Chriskevin Adefrid menyoroti pentingnya manajemen produksi dalam mewujudkan sebuah pertunjukan. Menurutnya, keberhasilan karya tidak hanya ditentukan oleh ide kreatif, tetapi juga kesiapan sistem kerja, komunikasi, dan kemampuan tim menjaga visi artistik sesuai parameter produksi.

Program Ruang Kreatif Seni Pertunjukan 2026 sendiri terbuka bagi komunitas seni pertunjukan beranggotakan WNI usia 18-35 tahun. Peserta dapat mengirimkan proposal karya hingga 31 Mei 2026 untuk mengikuti proses kurasi, workshop, mentoring, hingga kesempatan pementasan di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta.

Melalui kegiatan ini, Bakti Budaya Djarum Foundation berharap semakin banyak pelaku seni daerah terdorong mengembangkan karya secara berkelanjutan dan memperkuat posisi daerah dalam peta seni pertunjukan nasional.(ame)

Editor : Amelia Beatrix
#Bakti Budaya Djarum Foundation #banjarmasin