Makassar, 8 Mei 2026 — PT PLN (Persero) Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sulawesi terus memperkuat sinergi dengan aparat kewilayahan dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan dan pengamanan infrastruktur strategis. Upaya tersebut diwujudkan melalui kunjungan silaturahmi General Manager PLN UIP3B Sulawesi, Fermi Trafianto, kepada Komandan Kodim 1408/Makassar, Kolonel Kav. Ino Dwi Setyo Darmawan, S.E., M.Han., pada Rabu (7/5).
General Manager PLN UIP3B Sulawesi, Fermi Trafianto, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi kelembagaan, khususnya dalam mendukung pengamanan aset strategis ketenagalistrikan dan menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat di wilayah Makassar dan sekitarnya.
Menurut Fermi, aset transmisi seperti tower, jaringan, dan instalasi pendukung lainnya memiliki peran vital dalam menyalurkan listrik dari pusat pembangkit ke pusat beban. Karena itu, keberadaan infrastruktur tersebut perlu dijaga bersama dari berbagai potensi gangguan keamanan, termasuk pencurian material tower transmisi yang kerap menjadi perhatian di wilayah perkotaan dan kawasan padat aktivitas seperti Makassar.
“Pengamanan aset kelistrikan bukan hanya menyangkut perlindungan infrastruktur PLN, tetapi juga berkaitan langsung dengan keberlangsungan pasokan listrik kepada masyarakat. Melalui koordinasi dengan Kodim 1408/Makassar, kami berharap langkah pencegahan, deteksi dini, dan respons cepat terhadap potensi gangguan di lapangan dapat semakin solid,” ujar Fermi.
Fermi menegaskan, gangguan terhadap infrastruktur transmisi tidak hanya berdampak pada aset PLN, tetapi juga dapat memengaruhi layanan kelistrikan yang menopang aktivitas masyarakat, pusat pemerintahan, layanan publik, kawasan bisnis, hingga sektor industri. Oleh karena itu, upaya pencegahan perlu dilakukan secara kolaboratif, tidak hanya melalui pengawasan teknis, tetapi juga melalui dukungan keamanan wilayah dan peningkatan kepedulian masyarakat.
Ia menambahkan, sinergi antara PLN dan aparat teritorial menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan di lapangan. Dukungan Kodim 1408/Makassar diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk turut menjaga aset ketenagalistrikan sebagai fasilitas vital yang mendukung aktivitas publik, pemerintahan, dunia usaha, dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain aspek pengamanan, koordinasi ini juga menjadi ruang untuk memperkuat pola komunikasi cepat antara PLN dan aparat kewilayahan apabila ditemukan potensi gangguan di sekitar jaringan transmisi. Dengan koordinasi yang baik, langkah pencegahan, pelaporan, hingga penanganan awal di lapangan dapat dilakukan lebih cepat, terarah, dan terintegrasi.
“Keandalan listrik merupakan kepentingan bersama. Karena itu, kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk jajaran TNI, menjadi fondasi penting agar infrastruktur kelistrikan dapat beroperasi optimal dan pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga,” tambah Fermi.
Sementara itu, Komandan Kodim 1408/Makassar, Kolonel Kav. Ino Dwi Setyo Darmawan, S.E., M.Han., menyambut baik kunjungan tersebut dan menyatakan kesiapan jajarannya untuk terus mendukung PLN dalam menjaga keamanan serta kelancaran operasional infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah Makassar dan sekitarnya.
Menurutnya, koordinasi antarinstansi menjadi kunci dalam menciptakan kondisi wilayah yang aman dan kondusif, termasuk dalam mendukung keberlangsungan layanan publik yang bersifat strategis seperti kelistrikan.
PLN UIP3B Sulawesi juga terus mendorong pendekatan preventif dalam menjaga aset kelistrikan, termasuk melalui patroli, pemantauan kondisi jaringan, serta komunikasi aktif dengan para pemangku kepentingan di wilayah kerja. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen PLN untuk memastikan sistem transmisi tetap andal, aman, dan siap mendukung kebutuhan listrik masyarakat.
Melalui pertemuan ini, PLN UIP3B Sulawesi dan Kodim 1408/Makassar menegaskan komitmen bersama untuk terus membangun sinergi yang harmonis, berkelanjutan, dan responsif terhadap kebutuhan pengamanan infrastruktur kelistrikan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat keandalan pasokan listrik, mencegah potensi gangguan pada infrastruktur vital, serta mendukung pembangunan Kota Makassar dan wilayah Sulawesi secara lebih luas.
Editor : Ayurahmi Rais