MANADOPOST.ID-Turnamen olahraga padel paling bergengsi di Bumi Nyiur Melambai, Sulut Open Padel Tournament 2026 resmi digelar pada Jumat (22/5/2026). Kompetisi perdana ini dibuka langsung oleh Anggota DPR RI, Rio Dondokambey di D’Sport Arena.
Pembukaan turnamen turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh penting daerah. Di antaranya Ketua DPRD Sulut Fransiscus Andi Silangen, Wakil Bupati Minahasa Utara Kevin Lotulung, Wakil Wali Kota Manado Richard Sualang, serta Vice President bankmandiri.co.id area Manado, Darojat Wirabuana Kusumah.
Hadir pula Sekretaris Umum PBPI Sulut Juddy Saerang, Sekretaris PBPI Sulut Marko Rambing, serta jajaran pengurus KONI Manado dan Minahasa Utara.
Ketua Panitia Pelaksana, Parlo Mailangkay mengungkapkan bahwa animo masyarakat terhadap olahraga padel sangat luar biasa. Bahkan jumlah peserta yang mendaftar melampaui kuota yang disiapkan panitia.
“Turnamen akan berlangsung selama tiga hari, mulai 22 hingga 24 Mei 2026. Total ada 186 tim atau 372 peserta yang akan berlaga di berbagai kategori,” ujar Parlo.
Untuk mendukung jalannya kompetisi, pertandingan dibagi di tiga venue berbeda sesuai kategori yang dipertandingkan, yakni:
Kawanua Padel untuk kategori Low Bronze.
Padel 88 untuk kategori Bronze.
D’Sport Arena sebagai lokasi pertandingan kategori Kelompok Umur 16 Tahun (KU-16) dan kategori Open.
Sementara itu, Ketua Umum PBPI Sulut, Ray Dondokambey menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya turnamen perdana tersebut.
Menurut Ray, selain menjadi ajang prestasi dan pencarian bibit atlet muda, turnamen ini juga menjadi momentum untuk mengampanyekan gaya hidup sehat di tengah masyarakat.
“Ini menjadi ajang pertama untuk PBPI Sulut dan kami bersyukur mendapat kesempatan dari PBPI Pusat. Paling utama, kami berterima kasih atas sambutan dan animo luar biasa dari masyarakat Sulut,” ungkap Ray sembari mengingatkan seluruh peserta untuk tetap menjunjung tinggi sportivitas.
Apresiasi juga disampaikan Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda. Ia menyambut baik hadirnya fasilitas olahraga bertaraf internasional di wilayah Minahasa Utara.
Menurut Joune, keberadaan infrastruktur olahraga dan penyelenggaraan turnamen seperti ini merupakan investasi jangka panjang bagi daerah.
“Olahraga tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi, membuka aktivitas baru, dan menghadirkan ruang berkumpul yang sehat bagi masyarakat,” tutur Joune. (*)
Editor : Nur Fadilah