MANADOPOST.ID-LPK Gambatte Mirai Manado terus menunjukkan perkembangan positif dalam pelatihan Program Specified Skilled Worker (SSW) atau pekerja berketerampilan khusus ke Jepang.
Kepala LPK Gambatte Mirai Manado, Sensei Febry Paendong menjelaskan bahwa program pelatihan berjalan secara bertahap mulai dari pembelajaran bahasa Jepang hingga persiapan keberangkatan peserta ke Jepang.
Menurutnya, tahapan awal pelatihan difokuskan pada pembelajaran bahasa Jepang setingkat JLPT N4 atau JFT Basic A2. Para peserta belajar menggunakan berbagai sumber, seperti buku Minna no Nihongo jilid 1 dan 2 dari bab 1 hingga bab 50, buku Irodori, serta referensi pola kalimat khusus JFT Basic.
Selain itu, peserta juga mempelajari sekitar 400–500 kanji dasar, latihan percakapan sehari-hari, serta materi pendengaran atau chokai untuk melatih kemampuan memahami komunikasi dalam bahasa Jepang. Proses pembelajaran ini membutuhkan waktu sekitar 4 hingga 5 bulan.
Setelah menyelesaikan tahap pembelajaran, peserta akan mendaftar ujian JFT Basic A2. Saat ini, lokasi ujian sudah tersedia di Kota Manado sejak Oktober 2024, sehingga memudahkan peserta dari Sulawesi Utara untuk mengikuti ujian tanpa harus keluar daerah.
“Biasanya peserta mendaftar bulan ini untuk mengikuti ujian dua bulan berikutnya. Untuk peserta angkatan awal, yakni angkatan 1 dan 2, ujian dilaksanakan sekitar Februari dan Maret. Dari sekitar 40 peserta, sebanyak 80 persen atau sekitar 32 siswa berhasil lulus ujian JFT Basic A2,” jelas Sensei Febry.
Bagi peserta yang belum lulus, masih diberikan kesempatan mengikuti ujian ulang dengan masa tunggu minimal 45 hari sejak tanggal ujian pertama.
Peserta yang telah lulus JFT Basic kemudian melanjutkan ke tahap persiapan dan ujian SSW sesuai bidang yang dipilih, seperti perawatan lansia, pengolahan makanan, pertanian, dan peternakan. Saat ini ujian SSW juga sudah tersedia di Manado. Waktu persiapan untuk menghadapi ujian SSW bervariasi, sekitar 1 hingga 2 bulan.
Hingga saat ini, sejumlah peserta telah berhasil lulus ujian SSW, terdiri dari 5 peserta bidang pertanian, 3 peserta bidang pengolahan makanan, 3 peserta bidang pertanian lainnya, dan 1 peserta bidang peternakan.
Pada bulan Mei ini, peserta yang telah melengkapi sertifikat JFT Basic dan SSW sedang menjalani persiapan wawancara dengan perusahaan penerima di Jepang melalui TSK (Touroku Shien Kikan).
LPK Gambatte Mirai Manado menargetkan peserta yang lulus ujian akhir Mei dapat melanjutkan tahapan Medical Check Up (MCU), pembuatan paspor, dan penandatanganan kontrak kerja pada awal Juni mendatang.
Setelah kontrak ditandatangani, dokumen peserta akan dikirim ke Jepang melalui pihak TSK untuk pengajuan COE (Certificate of Eligibility) atau izin tinggal di Imigrasi Jepang sesuai program yang diikuti. Proses penerbitan COE biasanya memakan waktu sekitar tiga bulan.
Tahapan selanjutnya adalah pengurusan E-PMI di kantor BP3MI Sulawesi Utara. Peserta diwajibkan mengisi data dan melengkapi dokumen melalui website Siskop2MI serta terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.
Setelah itu, peserta melanjutkan pengurusan visa kerja. Untuk warga Indonesia yang berdomisili di wilayah Indonesia Timur, proses visa dilakukan melalui Konsulat Jenderal Jepang di Makassar dengan dukungan travel terpercaya yang bekerja sama dengan pihak LPK. Proses pengurusan visa diperkirakan memakan waktu sekitar 10 hingga 12 hari kerja.
Peserta yang telah menerima visa kerja SSW selanjutnya tinggal menunggu konfirmasi tiket penerbangan dari perusahaan Jepang untuk diberangkatkan secara resmi ke Jepang.
Sensei Febry menegaskan bahwa program SSW merupakan jalur resmi kerja ke Jepang yang membutuhkan keseriusan peserta dalam mempelajari bahasa dan budaya Jepang.
“Jalur resmi membutuhkan peserta yang memiliki niat kuat untuk belajar bahasa dan budaya Jepang,” tutup Paendong. (*)
Editor : Nur Fadilah