MANADOPOST.ID - Perkembangan industri fesyen tidak lagi hanya berfokus pada tren dan gaya, tetapi juga mulai mengarah pada keberlanjutan serta keterhubungan dengan komunitas kreatif. Hal tersebut terlihat dari langkah perusahaan ritel asal Jepang, UNIQLO, yang resmi membuka toko ke-78 di Indonesia di Plaza Indonesia, Jakarta, sekaligus menghadirkan inisiatif upcycle bersama sekolah mode ESMOD Jakarta.
Kehadiran toko terbaru ini menjadi bagian dari ekspansi UNIQLO untuk menjangkau masyarakat urban dengan konsep pakaian esensial yang sederhana, fungsional, dan relevan digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Berlokasi di salah satu pusat perbelanjaan utama Jakarta, toko seluas 1.415 meter persegi tersebut juga dirancang sebagai ruang kolaborasi bersama komunitas dan pelaku kreatif.
Chief Operating Officer PT Fast Retailing Indonesia (UNIQLO Indonesia), Ryohei Sato, mengatakan bahwa pembukaan toko terbaru ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menghadirkan konsep LifeWear yang dapat digunakan semua kalangan tanpa memandang usia, gender, maupun gaya hidup.
Menurutnya, pakaian dengan desain sederhana dan fungsional memungkinkan masyarakat bebas memadukan gaya sesuai karakter masing-masing, sekaligus tetap nyaman digunakan dalam berbagai aktivitas.
Selain menghadirkan koleksi pakaian terbaru, pembukaan toko ini juga diwarnai kolaborasi bertajuk REMAKE PROJECT with ESMOD Jakarta. Dalam program tersebut, mahasiswa ESMOD mengolah pakaian donasi yang sudah tidak layak pakai menjadi karya fesyen kontemporer melalui teknik upcycle.
Sebanyak 16 koleksi hasil karya mahasiswa ditampilkan dalam instalasi mannequin di area toko sebagai bentuk interpretasi baru terhadap konsep circular fashion atau perpanjangan siklus hidup pakaian. Koleksi tersebut memadukan unsur kreativitas, craftsmanship, dan inovasi desain dengan produk pakaian esensial yang digunakan sehari-hari.
Deputy Director of Academic Programs ESMOD Jakarta, Guillaume Oger, mengatakan bahwa kolaborasi tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dengan industri fesyen global sekaligus memahami pentingnya sustainability dalam praktik desain modern.
Menurutnya, proyek semacam ini memberi ruang bagi mahasiswa untuk menerjemahkan ide kreatif menjadi karya nyata yang memiliki dampak lebih luas terhadap industri fesyen dan lingkungan.
Kesadaran terhadap konsep fesyen berkelanjutan saat ini memang semakin berkembang, termasuk di kalangan generasi muda. Upcycle dan penggunaan kembali pakaian dinilai menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengurangi limbah tekstil yang terus meningkat setiap tahun.
Selain kolaborasi dengan institusi pendidikan, toko terbaru ini juga menghadirkan area khusus bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) lokal melalui program #JAKARTANEIGHBORHOOD. Berbagai produk lokal seperti aksesori, tas, hingga perhiasan karya kreator Jakarta ditampilkan berdampingan dengan koleksi pakaian sehari-hari.(AME)
Editor : Amelia Beatrix