Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Peringati Hari Lahir Pancasila, BRI Manado Tegaskan Nilai Persatuan dan Perdamaian Dunia

Ayurahmi Rais • Senin, 1 Juni 2026 | 09:17 WIB
BRI Region 16 Manado gelar upacara Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6/2026).
BRI Region 16 Manado gelar upacara Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6/2026).

 

 

MANADOPOST.ID – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Regional Office Manado menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6/2026). Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin oleh Area Head BRI Manado, Ana Damayanti, selaku inspektur upacara.

 

Dalam kesempatan itu, Ana Damayanti membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Yudian Wahyudi, yang menegaskan pentingnya menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila di tengah berbagai tantangan global.

 

Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini menjadi momentum refleksi bagi seluruh elemen bangsa untuk memastikan nilai-nilai luhur Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

Dalam pidato tersebut disampaikan bahwa Pancasila telah terbukti menjadi "bintang penuntun" yang menjaga Indonesia tetap kokoh di tengah berbagai tantangan dan ketidakpastian dunia. Keberagaman yang dimiliki Indonesia, mulai dari ribuan pulau hingga ratusan kelompok etnis, mampu dipersatukan melalui nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

 

"Pancasila adalah jangkar moral bangsa dalam menghadapi berbagai dinamika global, mulai dari perkembangan teknologi hingga perubahan geopolitik dunia," demikian salah satu pesan yang dibacakan Ana Damayanti.

 

Lebih lanjut, pidato tersebut menegaskan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk turut menjaga ketertiban dunia sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Melalui politik luar negeri bebas aktif, Indonesia terus berkontribusi dalam menciptakan perdamaian dunia, termasuk melalui partisipasi pasukan perdamaian di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan berbagai upaya mediasi konflik di tingkat regional.

 

Nilai kemanusiaan yang adil dan beradab juga menjadi landasan Indonesia dalam memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa di dunia. Perdamaian, menurut pidato tersebut, tidak hanya dimaknai sebagai tidak adanya perang, tetapi juga hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia.

 

Kepala BPIP melalui pidatonya turut mengajak generasi muda untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup atau living ideology. Nilai-nilai Pancasila diharapkan tidak hanya menjadi simbol atau hafalan semata, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Selain itu, para pemimpin daerah dan penyelenggara pemerintahan diingatkan agar setiap kebijakan yang diambil selalu berlandaskan prinsip keadilan sosial, melindungi hak-hak masyarakat, serta memastikan tidak ada warga yang merasa tertinggal dalam pembangunan.

 

Peringatan Hari Lahir Pancasila juga menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan dan menolak segala bentuk intoleransi maupun radikalisme yang berpotensi mengancam harmoni kebangsaan.

 

Menutup pidatonya, Kepala BPIP mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk terus meneguhkan komitmen kebangsaan dan menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia merupakan bangsa besar yang menjunjung tinggi nilai religiusitas, persatuan, serta kemanusiaan.

 

Upacara yang digelar BRI Manado tersebut berlangsung dengan penuh khidmat dan menjadi wujud komitmen insan BRI dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi dalam bekerja, melayani masyarakat, serta mendukung pembangunan bangsa menuju Indonesia yang lebih maju dan berkeadilan.

Editor : Ayurahmi Rais
#Jaga Persatuan #BRI Region 16 Manado #Upacara Hari Lahir Pancasila #Hari Lahir Pancasila