Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Di Tengah Lesunya Pasar, Blibli Justru Melaju Kencang

Amelia Beatrix • Senin, 8 Juni 2026 | 17:22 WIB
Gelar RUPS Tahunan, Blibli Perkuat Kinerja Profitabilitas dan Percepat Integrasi Ekosistem Omnichannel
Gelar RUPS Tahunan, Blibli Perkuat Kinerja Profitabilitas dan Percepat Integrasi Ekosistem Omnichannel

MANADOPOST.ID – PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) atau Blibli menegaskan langkahnya menuju profitabilitas berkelanjutan setelah mencatat pertumbuhan kinerja yang solid sepanjang 2025. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, perusahaan mengungkapkan strategi baru untuk mempercepat integrasi ekosistem omnichannel Blibli Tiket sekaligus memperkuat daya saing di tengah kondisi pasar yang masih menantang.

Di saat daya beli masyarakat mengalami tekanan, Blibli justru berhasil membukukan pendapatan neto sebesar Rp22,4 triliun pada 2025, meningkat 34 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tak hanya itu, laba bruto perusahaan naik 19 persen menjadi Rp3,9 triliun, sementara rasio beban operasional terhadap pendapatan berhasil ditekan dari 34,3 persen menjadi 26,6 persen. Capaian ini memperlihatkan efektivitas strategi perusahaan dalam memperkuat marjin dan meningkatkan efisiensi operasional.

CEO dan Co-Founder Blibli, Kusumo Martanto, menyebut 2025 sebagai momentum penting untuk meningkatkan kualitas pertumbuhan usaha. Menurutnya, fokus perusahaan kini tidak lagi sekadar mengejar volume transaksi, tetapi juga memperdalam loyalitas pelanggan melalui integrasi ekosistem yang semakin matang.

Ekspansi omnichannel turut menjadi motor pertumbuhan. Sepanjang 2025, Blibli membuka 66 toko baru sehingga total jaringan toko elektronik konsumen mencapai 265 gerai. Di saat yang sama, sinergi dengan tiket.com, Ranch Market, dan Dekoruma terus diperkuat melalui program loyalitas terpadu yang diklaim mampu menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih terhubung.

Namun, yang paling menarik perhatian adalah sinyal kuat yang muncul pada awal 2026. Pada kuartal pertama, pendapatan neto konsolidasian melonjak 67 persen secara tahunan menjadi Rp7,8 triliun. Angka ini memunculkan pertanyaan besar: apakah tahun 2026 akan menjadi titik balik yang membawa Blibli mencapai profitabilitas penuh?

Dengan strategi “scale what works”, perluasan jaringan omnichannel, serta pemanfaatan kecerdasan buatan untuk mempercepat layanan dan logistik, langkah Blibli berikutnya menjadi salah satu perkembangan yang patut dinantikan di industri perdagangan digital Indonesia.(AME)

Editor : Amelia Beatrix
#profitabilitas #blibli #omnichannel