MANADOPOST.ID - Bank Mandiri terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekspor nasional melalui penyediaan solusi bisnis dan peningkatan kapabilitas
operasional pelaku usaha.
Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan North
Sulawesi Trade Forum 2026 bertajuk “Kebijakan DHE SDA 2026: Peluang dan Tantangan bagi Pelaku Usaha”, yang menjadi ruang kolaborasi antara pelaku usaha, regulator, dan industri perbankan dalam membahas peluang serta tantangan implementasi kebijakan Devisa Hasil
Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) terkini.
Sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2026, DHE SDA
merupakan devisa yang berasal dari kegiatan pengusahaan, pengelolaan, dan/atau
pengolahan sumber daya alam yang wajib ditempatkan dalam sistem keuangan nasional melalui mekanisme tertentu. Untuk itu, pelaku usaha perlu memahami berbagai aspek pengelolaan DHE SDA agar dapat mengoptimalkannya bagi keberlanjutan bisnis.
Forum diikuti lebih dari 50 perusahaan dalam ekosistem ekspor di Manado dan Bitung, serta berbagai pemangku kepentingan, termasuk Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara dan Kantor Wilayah Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara. Harapannya, forum ini akan memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan guna meningkatkan daya saing eksportir daerah sekaligus memperbesar kontribusi Sulawesi Utara terhadap pertumbuhan nasional.
Vice President Area Head Bank Mandiri Manado Rd. Darojat Wirabuana mengatakan,
Sulawesi Utara memiliki potensi besar sebagai penopang pertumbuhan ekspor nasional.
Karena itu, diperlukan kolaborasi yang erat antara regulator, perbankan, dan pelaku usaha agar implementasi kebijakan yang ada dapat memberikan dampak optimal bagi peningkatan daya saing ekspor daerah.
“Melalui North Sulawesi Trade Forum 2026, Bank Mandiri ingin menghadirkan ruang diskusi yang konstruktif bagi para eksportir untuk memahami dinamika kebijakan terbaru sekaligus menangkap berbagai peluang bisnis yang muncul. Kami percaya sinergi yang kuat antara seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekspor yang
berkelanjutan,” ujar Darojat, dalam keterangan resminya, Rabu (17/6).
Dalam forum tersebut, para peserta memperoleh pemahaman mengenai perkembangan ekonomi global, prospek perdagangan internasional, serta berbagai implikasi kebijakan DHE
SDA terhadap aktivitas ekspor nasional.
Selain itu, Bank Mandiri juga menghadirkan sesi diskusi interaktif bertajuk “Membangun
Daya Saing Global: Sinergi Eksportir dan Solusi Bank Mandiri”. Melalui sesi ini, para pelakuusaha mendapatkan gambaran mengenai berbagai solusi perbankan yang terintegrasi, mulai dari layanan transaksi perdagangan internasional, pengelolaan risiko nilai tukar, hingga pembiayaan usaha yang dapat mendukung ekspansi bisnis ke pasar global.
Sebagai mitra strategis pelaku usaha Indonesia, Bank Mandiri terus menghadirkan solusi finansial yang terintegrasi untuk memperkuat ekosistem ekspor nasional. Melalui penyelenggaraan North Sulawesi Trade Forum 2026, Bank Mandiri berharap dapat memperluas kolaborasi dengan para pelaku usaha di Sulawesi Utara sekaligus mendorong peningkatan kontribusi daerah terhadap kinerja ekspor nasional.
“Ke depan, Bank Mandiri akan terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis bagi para eksportir melalui penyediaan solusi finansial yang komprehensif serta kolaborasi yang erat
dengan berbagai pemangku kepentingan. Kami berharap sinergi yang terbangun melalui forum ini dapat mendukung peningkatan daya saing pelaku usaha daerah dan memperkuat kontribusi Sulawesi Utara terhadap pertumbuhan ekspor nasional,” pungkas Darojat.