Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Bayer Ekspor Perdana 30 Ton Benih Jagung Bioteknologi ke Vietnam, Perkuat Posisi Indonesia di Rantai Pasok Pangan Regional

Amelia Beatrix • Senin, 22 Juni 2026 | 10:27 WIB
Seremoni pelepasan ekspor perdana 30 ton benih jagung bioteknologi DK95R ke Vietnam di Pasuruan, Jawa Timur, sebagai langkah memperkuat rantai pasok pertanian regional.
Seremoni pelepasan ekspor perdana 30 ton benih jagung bioteknologi DK95R ke Vietnam di Pasuruan, Jawa Timur, sebagai langkah memperkuat rantai pasok pertanian regional.

MANADOPOST.ID – Bayer Indonesia resmi melakukan ekspor perdana 30 ton benih jagung bioteknologi DK95R ke Vietnam dari Pasuruan, Jawa Timur, pada 11 Juni 2026. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat peran Indonesia dalam rantai pasok pertanian regional sekaligus menunjukkan kemampuan industri benih nasional dalam menghasilkan produk berteknologi tinggi yang memenuhi standar global.

Ekspor perdana tersebut turut dihadiri perwakilan pemerintah lintas kementerian, di antaranya Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, serta instansi terkait lainnya, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan industri pertanian berbasis inovasi.

Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan, Widiastuti, menegaskan bahwa ekspor ini bukan sekadar pengiriman komoditas, melainkan bukti kemampuan Indonesia dalam menghasilkan produk pertanian berteknologi tinggi. Ia menilai keberhasilan tersebut lahir dari sinergi riset, inovasi, dan kepastian regulasi yang kuat.

Sejalan dengan itu, Kementerian Pertanian menekankan bahwa sektor pertanian Indonesia tengah memasuki fase transformasi besar berbasis teknologi. Penggunaan benih rekayasa genetik dinilai menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan produktivitas, menghadapi tantangan perubahan iklim, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

Pemerintah juga menilai keberhasilan ekspor ini mencerminkan daya saing industri benih nasional yang semakin kuat. Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga mulai berperan dalam pasar pertanian global dengan produk bernilai tambah tinggi.

Kepala PVTPP Kementerian Pertanian, Leli Nuryati, menyebut kehadiran benih unggul seperti DK95R menjadi fondasi penting dalam peningkatan produktivitas pertanian. Ia juga menyoroti peran Bayer yang telah mengembangkan sejumlah varietas jagung bioteknologi di Indonesia sebagai bagian dari penguatan industri perbenihan nasional.

Sementara itu, Bayer Indonesia menegaskan bahwa ekspor ini tidak mengurangi komitmen perusahaan terhadap kebutuhan petani dalam negeri. Justru sebaliknya, peningkatan kapasitas produksi untuk pasar ekspor dinilai turut memperkuat ekosistem benih unggul di Indonesia serta membuka akses lebih luas terhadap teknologi pertanian modern.

Benih DK95R sendiri merupakan produk jagung bioteknologi yang diluncurkan pada 2023 dan memiliki keunggulan tahan herbisida berbahan aktif glifosat, sehingga dapat menekan biaya perawatan serta meningkatkan efisiensi produksi. Respons positif dari pasar domestik mendorong peningkatan skala produksi yang kini juga menyasar pasar regional.

Melalui visi “Health for All, Hunger for None”, Bayer berkomitmen terus mendorong inovasi pertanian berkelanjutan melalui pengembangan teknologi benih, penguatan produksi, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna mewujudkan sektor pertanian yang lebih produktif, tangguh, dan berdaya saing.(AME)

Editor : Amelia Beatrix
#jagung bioteknologi #Vietnam #Bayer Indonesia