MANADOPOST.ID— Pertumbuhan transaksi pembayaran digital di Sulawesi Utara terus menunjukkan tren positif. Di tengah perubahan perilaku masyarakat tersebut, Bank Mandiri mendorong edukasi keuangan bagi pelajar melalui program tabungan sekolah hingga layanan digital yang terintegrasi dengan aplikasi Livin' by Mandiri.
Vice President Area Head Mandiri untuk wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo) Rd. Darojat Wirabuana menekankan, saat ini pihaknya terus melakukan edukasi dan literasi keuangan untuk mendukung program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN).
"Secara statistik, penggunaan pembayaran digital di Sulut terus mengalami peningkatan yang signifikan. Karena itu, kami juga terus mendorong literasi keuangan sejak dini agar generasi muda memahami cara mengelola keuangan dan memanfaatkan layanan keuangan secara bijak," kata Darojat di sela-sela kegiatan Update Triwulan II Industri Jasa Keuangan yang digelar OJK SulutGo, Kamis (25/6).
Menurutnya, salah satu bentuk dukungan Bank Mandiri adalah melalui pengembangan tabungan pelajar yang menjangkau seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA.
Darojat mengungkapkan minat masyarakat terhadap produk tabungan pelajar terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini menunjukkan semakin tingginya kesadaran orang tua akan pentingnya mengenalkan budaya menabung kepada anak sejak usia dini.
Selain Tabungan Simpanan Pelajar (Simpel), Bank Mandiri juga menghadirkan produk digital berupa Tabungan Next-G yang terintegrasi dengan aplikasi Livin' by Mandiri.
Produk ini diperuntukkan bagi anak usia 12 hingga di bawah 17 tahun dan dapat terhubung langsung dengan akun Livin' milik orang tua.
"Melalui layanan tersebut, anak dapat belajar melakukan transaksi digital secara mandiri seperti pembayaran QRIS, transfer dana, hingga top up e-wallet. Sementara orang tua tetap dapat memantau aktivitas transaksi anak secara real time melalui aplikasi Livin'
"Tujuannya bukan hanya memperkenalkan produk perbankan, tetapi juga membangun kebiasaan mengelola keuangan yang sehat sejak dini. Dengan begitu, anak-anak akan lebih siap menghadapi ekosistem ekonomi digital yang terus berkembang," ujar Darojat.
Sembari menambahkan, kolaborasi antara perbankan, regulator, sekolah dan orang tua menjadi kunci dalam menciptakan generasi muda yang melek keuangan serta mampu memanfaatkan teknologi digital secara produktif dan bertanggung jawab.
Editor : Ayurahmi Rais