MANADOPOST.ID—PT Bank SulutGo (BSG) terus memperluas jangkauan literasi dan inklusi keuangan hingga ke daerah-daerah terpencil di Sulawesi Utara dan Gorontalo.
Upaya ini menjadi bagian dari dukungan BSG terhadap program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang digagas Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Direktur Operasional BSG, Louisa J. Parengkuan, mengatakan tingkat inklusi keuangan di Gorontalo saat ini telah mencapai 100 persen. Sementara di Sulut, masih terdapat sejumlah wilayah kepulauan yang menjadi fokus perluasan akses layanan keuangan.
"Untuk Gorontalo sudah 100 persen. Kalau Sulawesi Utara masih ada beberapa wilayah kepulauan yang terus kami dorong agar semakin terjangkau layanan keuangan," ujar Parengkuan dalam kegiatan Update Triwulan II Industri Jasa Keuangan yang digelar OJK Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara (SulutGoMalut), Kamis (25/6).
Selain memperluas akses keuangan, BSG juga menjalankan sejumlah program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ia menjelaskan, khusus di Gorontalo, BSG mengembangkan program penggemukan sapi yang melibatkan masyarakat setempat. Sedangkan di Sulut, BSG mendorong pengembangan sektor usaha produktif melalui program pengolahan ikan.
Menurut Parengkuan, realisasi program saat ini telah mencapai sekitar 30 persen dari target yang ditetapkan. Hingga akhir tahun 2026, BSG menargetkan capaian program meningkat menjadi 50 persen.
Di sektor edukasi keuangan, BSG juga terus memperkuat program Tabungan Simpanan Pelajar (Simpel). Program tersebut telah dijalankan secara masif selama beberapa tahun terakhir bekerja sama dengan berbagai sekolah di Sulut dan Gorontalo.
"Hingga saat ini, nilai tabungan pelajar yang terhimpun melalui program Simpel sudah mencapai puluhan miliar rupiah. Ini menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran menabung di kalangan pelajar," katanya.
Parengkuan menegaskan, literasi dan inklusi keuangan tidak hanya bertujuan meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan perbankan, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi dan memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan yang berkelanjutan
Editor : Ayurahmi Rais