Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Industri Plastik Hadapi Tekanan Biaya, Efisiensi Operasional Jadi Kunci Daya Saing

Amelia Beatrix • Jumat, 26 Juni 2026 | 00:50 WIB
Mesin press injection molding industri untuk memproduksi komponen Air Conditioner menggunakan polimer.
Mesin press injection molding industri untuk memproduksi komponen Air Conditioner menggunakan polimer.

MANADOPOST.ID – Industri plastik dan kemasan nasional menghadapi tekanan biaya operasional yang semakin besar akibat tingginya ketergantungan pada impor bahan baku serta disrupsi rantai pasok global. Kondisi tersebut mendorong pelaku industri untuk mencari berbagai strategi efisiensi guna menjaga produktivitas dan daya saing di tengah ketidakpastian ekonomi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai impor plastik dan turunannya mencapai sekitar USD 2,55 miliar sepanjang kuartal pertama 2026, dengan sebagian besar berupa bahan baku. Di sisi lain, meskipun Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia menunjukkan perbaikan dan menandakan stabilisasi aktivitas industri, tantangan berupa inflasi dan gangguan rantai pasok global masih membayangi sektor manufaktur.

Menanggapi kondisi tersebut, PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (EMLI) mendorong pelaku industri untuk meningkatkan efisiensi operasional melalui optimalisasi penggunaan pelumas sintetis dan layanan pendukung yang berfokus pada keandalan peralatan produksi.

Presiden Direktur PT ExxonMobil Lubricants Indonesia, Syah Reza, mengatakan bahwa efisiensi operasional merupakan aspek yang dapat dikendalikan langsung oleh perusahaan. Salah satu langkah strategis yang dapat dilakukan adalah memperbaiki sistem pelumasan guna menjaga performa mesin, menekan downtime, serta meningkatkan efisiensi energi.

Menurutnya, pelumas sintetis menawarkan stabilitas yang lebih baik dibandingkan pelumas konvensional, terutama dalam mendukung operasional mesin dalam jangka panjang. Penggunaan pelumas sintetis dinilai mampu menurunkan suhu operasional hingga 8,3 derajat Celsius, memperpanjang usia pakai pelumas hingga dua kali lipat, serta mengurangi konsumsi energi hingga 10 persen.

Selain itu, peningkatan kualitas sistem pelumasan juga dapat membantu mengurangi risiko kerusakan mesin yang selama ini menjadi salah satu tantangan utama sektor industri. Dengan keandalan peralatan yang lebih baik, produktivitas tim pemeliharaan dapat meningkat sekaligus mengurangi potensi gangguan operasional yang berdampak pada biaya produksi.

Untuk mendukung implementasi tersebut, EMLI menghadirkan layanan terintegrasi seperti MACHINEXT dan Mobil Serv Lubricant Analysis (MLA). Kedua layanan ini memungkinkan pemantauan kondisi pelumas dan grease secara akurat sehingga perusahaan dapat mengambil langkah preventif sebelum terjadi gangguan pada mesin.

EMLI menilai kombinasi antara penggunaan pelumas sintetis dan sistem pemantauan yang tepat dapat menjadi solusi jangka panjang dalam menjaga stabilitas produksi, mengendalikan biaya operasional, serta memperkuat daya saing industri plastik nasional di tengah tantangan global yang terus berkembang.(AME)

Editor : Amelia Beatrix
#Industri plastik #exxonmobil