MANADOPOST.ID– Pemerintah kembali menempatkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) senilai Rp381 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Kebijakan tersebut diyakini akan memperkuat likuiditas industri perbankan sekaligus memperbesar kapasitas penyaluran kredit guna menopang pertumbuhan ekonomi nasional hingga akhir tahun.
Sejumlah pimpinan bank pelat merah menyambut positif langkah Kementerian Keuangan tersebut. Mereka menilai penempatan dana SAL menjadi bentuk sinergi pemerintah dan perbankan dalam menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus memastikan fungsi intermediasi tetap berjalan optimal.
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, mengatakan kepercayaan pemerintah untuk menempatkan dana SAL di Bank Mandiri mencerminkan kolaborasi yang erat dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, dana tersebut bukan sekadar memperkuat likuiditas bank, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem pembiayaan yang pada akhirnya akan mendorong peningkatan penyaluran kredit kepada masyarakat dan dunia usaha.
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, menambahkan tambahan dana tersebut turut memperbaiki struktur pendanaan perseroan. Dengan biaya dana yang lebih efisien, ruang bagi ekspansi kredit menjadi semakin besar.
Meski demikian, Bank Mandiri tetap akan mengandalkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebagai sumber pendanaan utama. Perseroan menargetkan pertumbuhan kredit hingga akhir tahun sejalan dengan perkembangan industri perbankan nasional.
Fokus penyaluran pembiayaan akan tetap diarahkan pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dinilai memiliki kontribusi besar terhadap penguatan ekonomi nasional.
Pandangan serupa disampaikan Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Hery Gunardi. Ia menilai penempatan dana SAL merupakan langkah strategis pemerintah untuk menjaga kecukupan likuiditas perbankan sehingga fungsi intermediasi dapat terus berjalan secara optimal.
Menurut Hery, tambahan likuiditas tersebut akan dimanfaatkan secara produktif dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta pengelolaan risiko yang baik.
BRI akan mengarahkan pembiayaan secara selektif ke berbagai sektor produktif, terutama UMKM, dengan mempertimbangkan kualitas kredit serta kebutuhan pembiayaan yang berkembang di tengah perekonomian.
Ia menegaskan setiap penyaluran kredit akan dilakukan secara terukur agar mampu memberikan dampak nyata, mulai dari penciptaan lapangan kerja, peningkatan produktivitas hingga memperkuat daya saing ekonomi nasional.
Apresiasi juga datang dari Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk, Anggoro Eko Cahyo. Menurutnya, kebijakan pemerintah tersebut akan semakin memperkokoh likuiditas perbankan syariah sehingga kapasitas pembiayaan bagi sektor produktif dapat terus ditingkatkan.
Ia menilai stabilitas ekonomi membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan industri perbankan, terutama dalam menjaga kepercayaan pasar, memastikan likuiditas tetap memadai, serta mengalirkan pembiayaan ke sektor-sektor yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.
BSI, kata Anggoro, akan mengoptimalkan amanah tersebut untuk memperbesar pembiayaan produktif sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh pelaku usaha maupun masyarakat luas.
Editor : Ayurahmi Rais