MANADOPOST.ID – Dalam mendukung Kinerja PLN yang terus berorientasi pada keandalan dan keamanan layanan ketenagalistrikan berstandar perusahaan berkelas dunia, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Sistem Makassar yang berada di bawah naungan Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sulawesi menerima Pembinaan Teknis Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) Objek Vital Nasional (Obvitnas) dari Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri.
Kegiatan tersebut berlangsung pada 22 hingga 26 Juni 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem pengamanan fasilitas strategis ketenagalistrikan di wilayah Sulawesi.
Sebagai pusat pengendalian sistem tenaga listrik, UP2B Sistem Makassar memiliki peran penting dalam memantau kondisi sistem kelistrikan secara real time, mengendalikan operasi jaringan transmisi, serta menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik. Dengan fungsi strategis tersebut, UP2B Sistem Makassar menjadi salah satu objek vital nasional yang memerlukan penerapan sistem pengamanan secara menyeluruh, terukur, dan berkelanjutan.
General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sulawesi, Fermi Trafianto, menyampaikan bahwa pembinaan teknis dari Baharkam Polri menjadi momentum penting bagi PLN untuk terus meningkatkan kualitas pengamanan infrastruktur ketenagalistrikan.
“PLN terus berkomitmen menjaga keandalan sistem kelistrikan melalui penguatan pengamanan objek vital nasional. Pembinaan teknis ini menjadi bagian dari langkah peningkatan tata kelola pengamanan agar seluruh fasilitas strategis PLN dapat beroperasi dengan aman, andal, dan sesuai standar yang berlaku,” ujar Fermi.
Fermi menambahkan, penguatan Sistem Manajemen Pengamanan tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga mencakup kesiapsiagaan personel, mitigasi risiko, pengendalian akses, penanganan kondisi darurat, serta evaluasi berkelanjutan terhadap potensi gangguan keamanan.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada Baharkam Polri atas pembinaan, evaluasi, dan rekomendasi yang diberikan. Sinergi ini menjadi dukungan penting bagi PLN dalam menjaga keberlangsungan operasional sistem kelistrikan, khususnya pada pusat pengaturan beban yang memiliki peran strategis dalam mendukung pasokan listrik bagi masyarakat dan aktivitas ekonomi di Sulawesi,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Tim Bintek Sistem Manajemen Pengamanan Baharkam Polri, Kombes Pol Alan Gerrit Abast, S.I.K., menyampaikan bahwa pembinaan teknis ini menjadi bagian dari upaya memastikan penerapan SMP Obvitnas berjalan sesuai ketentuan dan mampu menjawab kebutuhan pengamanan pada objek vital nasional.
“Objek vital nasional ketenagalistrikan memiliki peran yang sangat strategis, sehingga sistem pengamanannya harus dilaksanakan secara konsisten, terukur, dan berkelanjutan. Melalui pembinaan teknis ini, kami melakukan evaluasi terhadap berbagai aspek pengamanan serta memberikan rekomendasi agar penerapan SMP di UP2B Sistem Makassar semakin optimal,” ujar Alan.
Alan juga mengapresiasi komitmen PLN dalam mendukung pelaksanaan pembinaan teknis tersebut. Ia menilai bahwa pelaksanaan Pembinaan Teknis Sistem Manajemen Pengamanan Obvitnas di RCC Makassar–UP2B Sistem Makassar telah berjalan dengan baik serta menunjukkan keseriusan PLN dalam memperkuat sistem pengamanan pada fasilitas strategis.
“Capaian ini menunjukkan adanya komitmen dari PLN dalam memperkuat sistem pengamanan pada fasilitas strategis. Ke depan, rekomendasi yang diberikan diharapkan dapat ditindaklanjuti sebagai bagian dari peningkatan berkelanjutan, sehingga pengamanan objek vital nasional dapat semakin kuat dan adaptif terhadap potensi risiko keamanan,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, tim Baharkam Polri melakukan evaluasi terhadap implementasi Sistem Manajemen Pengamanan di lingkungan UP2B Sistem Makassar. Adapun aspek yang menjadi perhatian meliputi kebijakan pengamanan, identifikasi risiko keamanan, pengamanan fisik, pengendalian akses, kesiapsiagaan personel, penanganan keadaan darurat, hingga mekanisme pengawasan dan peningkatan berkelanjutan.
Selain evaluasi, Baharkam Polri juga memberikan arahan serta rekomendasi teknis sebagai langkah penyempurnaan sistem pengamanan sesuai standar yang berlaku. Rekomendasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapan PLN dalam menjaga aset dan infrastruktur kelistrikan dari berbagai potensi gangguan keamanan.
Melalui pembinaan teknis ini, PLN UIP3B Sulawesi menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan capaian kinerja dalam menjaga keandalan sistem tenaga listrik. Penguatan pengamanan Obvitnas menjadi bagian penting dari upaya PLN dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat, sekaligus mendukung keberlanjutan operasional ketenagalistrikan yang aman, andal, dan berkualitas.
Editor : Ayurahmi Rais