MANADOPOST.ID - Kolaborasi pemerintah dan sektor swasta kembali diperkuat melalui peluncuran gerakan "Langkah Hijau Grab untuk Indonesia" yang digagas Grab guna mendukung efisiensi energi nasional dan percepatan transisi menuju mobilitas rendah emisi. Peluncuran program yang berlangsung di Jakarta, Minggu (29/6), dihadiri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono.
Dalam sambutannya, Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan bahwa transisi energi membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, termasuk perusahaan teknologi dan para mitra pengemudi. Menurutnya, pengembangan kendaraan listrik tidak hanya berkontribusi terhadap penurunan emisi karbon, tetapi juga meningkatkan kualitas udara, kesehatan masyarakat, serta memperkuat ketahanan energi nasional.
Komitmen Grab diwujudkan melalui target peningkatan armada kendaraan listrik hingga lebih dari tiga kali lipat pada akhir 2026. Hingga Mei 2026, armada EV Grab telah mencapai lebih dari 28.000 unit. Perusahaan juga akan memperluas investasi kendaraan listrik, memperkuat kemitraan dengan produsen otomotif, membangun infrastruktur pengisian daya, serta menghadirkan berbagai program akselerasi bagi mitra pengemudi.
Selain itu, Grab memperkenalkan gerakan #KitaBijakBBM yang mengintegrasikan layanan hemat energi di seluruh ekosistemnya, mulai dari transportasi, pesan-antar makanan, hingga pengiriman barang. Berbagai layanan seperti GrabCar Electric, GrabBike Electric, Group Ride, GrabFood Group Order, dan GrabExpress Instant Hemat diharapkan menjadi pilihan masyarakat untuk mengurangi konsumsi energi dalam aktivitas harian.
Grab juga menyiapkan dukungan bagi mitra pengemudi berupa subsidi biaya sewa kendaraan listrik, insentif operasional, voucher BBM, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, hingga skema kepemilikan kendaraan. Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah dan Grab berharap percepatan adopsi kendaraan listrik dapat mendukung target Net Zero Emissions 2060 sekaligus menciptakan sistem transportasi yang lebih efisien dan berkelanjutan.(AME)
Editor : Amelia Beatrix