MANADOPOST.ID - Bayer Indonesia mempercepat regenerasi petani melalui Program SATRIA (Sinergi Petani Muda Mitra Bayer untuk Indonesia) dengan menggelar temu 500 petani muda di Magelang, Jawa Tengah. Program ini menjadi upaya mendorong lahirnya generasi petani yang adaptif terhadap teknologi, memiliki akses pembiayaan dan pasar, serta mampu mengembangkan usaha tani yang produktif dan berkelanjutan guna memperkuat ketahanan pangan nasional.
Inisiatif tersebut hadir di tengah tantangan regenerasi petani di Indonesia. Berdasarkan Sensus Pertanian 2023, sebanyak 66,44 persen petani berusia di atas 45 tahun, sedangkan proporsi petani muda hanya 21,93 persen. Kondisi ini dinilai menjadi tantangan serius bagi keberlanjutan sektor pertanian apabila tidak diimbangi dengan upaya mencetak generasi petani baru yang kompeten.
Head of Better Life Farming (BLF) Bayer Indonesia, Maria Magdalena Pakpahan, mengatakan Program SATRIA merupakan pengembangan dari inisiatif Better Life Farming yang sejak 2020 telah mendampingi lebih dari 1,8 juta petani lahan kecil di Indonesia. Melalui program ini, Bayer ingin membangun kualitas petani muda yang siap menghadapi perubahan, menguasai teknologi, dan bangga berprofesi sebagai petani.
Program SATRIA dibangun di atas empat pilar, yakni inovasi teknologi pertanian, digital marketing, penguatan ekosistem pertanian melalui akses pembiayaan dan pasar, serta penciptaan agen perubahan yang mampu menularkan praktik pertanian modern kepada komunitasnya.
Di Magelang, yang menjadi salah satu wilayah prioritas, para peserta mendapatkan pelatihan budidaya cabai merah keriting, pemanfaatan teknologi pertanian, pemasaran digital, hingga akses pembiayaan melalui skema KUR dan non-KUR. Bayer juga memperkenalkan paket teknologi budidaya cabai yang berpotensi meningkatkan hasil panen sekitar 23 persen pada lahan seluas 0,5 hektare.
Setelah Magelang, Program Bayer SATRIA akan diperluas ke berbagai sentra pertanian di Indonesia dan diperkuat melalui Bayer SATRIA Campus Challenge yang melibatkan sejumlah perguruan tinggi untuk mendorong lahirnya inovasi pertanian dari kalangan mahasiswa.(AME)
Editor : Amelia Beatrix