Warga Sulut Tak Perlu Panik, Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik, Distribusi Aman Stok Mencukupi

Ayurahmi Rais • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 17:43 WIB
(Kiri ke kanan). Aditya Taufiq R - Sales Branch Manager II Fuel Sulutgo, Lilik Hardiyanto - Area Manager Communication, Relations & CSR Sulawesi, Mohammad Agung Afrizal - Sales Branch Manager I Fuel Sulutgo, Irsyad Ismail Akmaluddin - Jr. Officer I Communication & Relations Sulawesi.
(Kiri ke kanan). Aditya Taufiq R - Sales Branch Manager II Fuel Sulutgo, Lilik Hardiyanto - Area Manager Communication, Relations & CSR Sulawesi, Mohammad Agung Afrizal - Sales Branch Manager I Fuel Sulutgo, Irsyad Ismail Akmaluddin - Jr. Officer I Communication & Relations Sulawesi.

 


MANADOPOST.ID – Masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) diminta tidak panik menyikapi meningkatnya antrean di sejumlah SPBU. Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menegaskan,  pemerintah telah memastikan tidak ada kenaikan harga BBM subsidi tahun ini, sementara pasokan maupun distribusi dalam kondisi aman.

Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menerangkan, antrean yang terjadi di sejumlah SPBU dipicu meningkatnya permintaan masyarakat, bukan karena terganggunya pasokan BBM.

"Kami memahami adanya peningkatan permintaan yang menyebabkan antrean di sejumlah SPBU. Namun dari sisi pasokan, stok BBM di Sulut, dalam kondisi aman dan distribusi ke seluruh SPBU berjalan secara rutin," ujar Lilik yang didampingi Aditya Taufiq R - Sales Branch Manager II Fuel Sulutgo, Mohammad Agung Afrizal  Sales Branch Manager I Fuel Sulutgo dan Irsyad Ismail Akmaluddin  Jr. Officer I Communication & Relations Sulawesi, Sabtu (18/7).

Lilik memastikan Pertamina terus memantau konsumsi BBM di lapangan dan melakukan penyesuaian distribusi apabila diperlukan. Perseroan juga meningkatkan pengawasan di SPBU yang mengalami lonjakan penyaluran, menempatkan petugas untuk mengatur antrean, serta memastikan distribusi dari Terminal BBM Bitung berjalan sesuai jadwal.
Ia menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap isu kenaikan harga BBM subsidi.

Menurutnya, pemerintah telah menyampaikan bahwa hingga akhir tahun tidak ada perubahan harga BBM subsidi.

"Kami memohon kepada masyarakat agar tidak panik. Dari pemerintah sudah menyatakan harga BBM subsidi sampai akhir tahun tidak naik," katanya.

Terkait kuota, ia menjelaskan penyaluran biosolar di Sulut tetap mengacu pada kuota yang ditetapkan pemerintah melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). 

Selain menjaga ketersediaan stok, Pertamina juga memperketat pengawasan penyaluran BBM subsidi agar tepat sasaran. Seluruh transaksi biosolar dilakukan melalui sistem digital menggunakan QR Code dengan mencocokkan data kendaraan sebelum pengisian dilakukan.

"Apabila terdapat dugaan penyalahgunaan BBM subsidi, Pertamina akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum. Kami siap mendukung setiap langkah penindakan sesuai kewenangan yang berlaku," tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama,  Sales Branch Manager Sulutgo I Fuel Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Muhammad Agung Afrizal, menambahkan, pihaknya telah mengoptimalkan distribusi biosolar dengan memastikan stok tersedia sejak SPBU mulai beroperasi, terutama di wilayah yang memiliki tingkat permintaan tinggi.

Di sektor LPG, Pertamina juga mengantisipasi meningkatnya konsumsi menjelang perayaan Pengucapan Syukur di Sulawesi Utara dengan menambah penyaluran atau extra dropping LPG subsidi 3 kilogram di Kabupaten Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, dan Minahasa Tenggara.

"Tambahan LPG 3 kilogram sudah kami siapkan sebesar kebutuhan satu hari penyaluran di daerah yang melaksanakan Pengucapan Syukur agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi," kuncinya. 

Editor : Ayurahmi Rais
Harga BBM Subsidi Tidak Naik. Antrean SPBU BBM Pertamina Patra Niaga Sulawesi