MANADOPOST.ID– Babak final Genera-Z Berbakti 2026, program call for proposal untuk mahasiswa dari Bakti BCA, telah selesai dilakukan. Salah satu panelis Genera-Z Berbakti 2026, Cinta Laura Kiehl, sempat memberikan insight kepada seluruh peserta agar mereka siap untuk apapun, baik di atas panggung maupun saat berada di desa nanti.
Cinta Laura Kiehl selaku Entertainer & Sociopreneur kerap berpesan pada seluruh finalis agar menyampaikan ide dengan baik saat melakukan presentasi. Untuk bisa melakukan hal itu, mereka membutuhkan kepercayaan diri kuat dan persiapan matang demi menghadapi situasi tak terduga.
“Setiap mahasiswa dalam sebuah kelompok harus memiliki pemahaman yang sama tentang materi yang mereka bawakan ke panggung. Akan disayangkan ketika saat ditanya, mereka justru tidak paham presentasi mereka sendiri karena bergantung pada anggota lain dalam kelompok mereka. Mereka juga harus bisa mengubah ide kompleks menjadi sederhana. Presentasi terbaik hadir ketika semua penonton mengerti, terlepas dari latar belakang mereka,” kata Cinta Laura.
Penampilan dua tim yang bertemu pada babak final terakhir Genera-Z Berbakti 2026, Universitas Indonesia (UI) dan BINUS University, mencerminkan pesan Cinta Laura. UI dan BINUS University bersaing demi memperoleh kesempatan berangkat ke Desa Wisata Kakaskasen Dua, Tomohon. Di hadapan panelis, kedua tim mengambil pendekatan berbeda untuk memaksimalkan potensi Desa Wisata Kakaskasen Dua, mulai dari pariwisata dan ekonomi lokal hingga regenerasi budaya.
Meski sudah melihat penampilan enam tim sebelumnya, kecemasan dan gugup masih dirasakan perwakilan UI dan BINUS University saat membawakan presentasi di hadapan panelis dan menanggapi pertanyaan mereka. Hal ini salah satunya disampaikan Ria, perwakilan Tim Aksara dari BINUS University.
“Saya cukup kaget ternyata presentasi yang dibawakan oleh UI itu cukup baik, dan public speaking-nya juga oke. Jadi kami merasa cukup deg-degan. Tapi kami tidak terlalu grogi atau takut, kami tetap santai saja,” kata Ria.
Irfan, salah satu perwakilan tim Katalis UI, punya pandangan berbeda. Menurutnya, yangterpenting dari program mereka adalah menjawab masalah nyata masyarakat desa, bukan hanya dari riset. “Mendengarkan masyarakat desa itu penting. Namanya kita mengabdi.
Editor : Ayurahmi Rais