Perbarindo SulutGoMalut Gelar Workshop Penguatan Kompetensi SDM BPR untuk Analisis Kredit UMKM

Ayurahmi Rais • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 10:34 WIB
Perbarindo SulutGoMalut menggelar Workshop untuk memperkuat kompetensi SDM BPR dalam Analisis Kredit UMKM, Rabu (22/7/2026)
Perbarindo SulutGoMalut menggelar Workshop untuk memperkuat kompetensi SDM BPR dalam Analisis Kredit UMKM, Rabu (22/7/2026)

 

 

 

MANADOPOST.ID — Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) Sulawesi Utara, Gorontalo dan Maluku Utara (SulutGoMalut) memperkuat kompetensi sumber daya manusia (SDM) Bank Perekonomian Rakyat (BPR) melalui Workshop Peningkatan Kompetensi SDM Bank Perekonomian Rakyat bertajuk "Analisis Kredit UMKM dan Penyelesaian Kredit Bermasalah".

Kegiatan ini digelar sebagai upaya meningkatkan kemampuan SDM BPR dalam melakukan analisis kredit, khususnya pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), sekaligus memperkuat pemahaman dalam memitigasi risiko serta menangani kredit bermasalah.
Dalam sambutannya, Sekretaris Perbarindo SulutGo dan Malut, Vicky Palit, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Perbarindo yang dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo).
Menurutnya, peningkatan kompetensi SDM menjadi penting seiring dengan peran BPR sebagai salah satu lembaga keuangan yang diharapkan dapat menjadi agen pembangunan, terutama dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM.
"Ini terkait juga dengan POJK 19, di mana kita diwajibkan untuk bagaimana kebijakan masing-masing bank memberikan akses kemudahan bagi UMKM. Memang harus diberikan kemudahan kepada pelaku UMKM untuk akses pembiayaan, tetapi asas prudential banking juga harus dijaga," katanya. 

Ia menekankan, melalui workshop ini peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai teknis analisis kredit UMKM, tetapi juga dibekali pengetahuan mengenai mitigasi risiko dan langkah-langkah penyelesaian kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL).
Vicky menyebut, tema pelatihan ini dipilih untuk menjawab kebutuhan BPR dalam menjalankan fungsi intermediasi secara optimal. Di satu sisi, BPR dituntut memberikan akses pembiayaan yang lebih luas kepada UMKM, namun di sisi lain tetap harus menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit.
"Jadi dari dua sisi, kita berkolaborasi. Bagaimana BPR bisa memberikan akses pembiayaan kepada UMKM, tetapi tetap melakukan analisis yang baik, memitigasi risiko, dan menyelesaikan NPL apabila terjadi kredit bermasalah," tekannya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Divisi Pengawasan LJK OJK Sulawesi Utara dan Gorontalo, Iqbal Mudir, mengatakan OJK SulutGo saat ini mengawasi 13 BPR yang terdiri dari 12 BPR di Sulawesi Utara dan satu BPR di Gorontalo.

Ia menyampaikan, berdasarkan data posisi Mei 2026, kinerja BPR yang berada di bawah pengawasan OJK SulutGo secara umum menunjukkan perkembangan positif. Dari sisi aset, tercatat pertumbuhan sebesar 11,28 persen secara tahunan (year on year/yoy), menjadi sekitar Rp2,5 triliun.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat mengalami tekanan dengan penurunan sebesar 3,38 persen secara tahunan menjadi sekitar Rp1,72 triliun. Di sisi lain, penyaluran kredit mengalami pertumbuhan sebesar 6,37 persen secara tahunan menjadi sekitar Rp1,93 triliun.
Namun, pertumbuhan kredit tersebut juga diikuti dengan peningkatan rasio kredit bermasalah atau NPL. Pada posisi Mei 2026, NPL BPR di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo tercatat meningkat sekitar 4,42 persen secara tahunan, sehingga berada di level 11,8 persen.
Menurut Iqbal, peningkatan NPL tidak dapat semata-mata dikaitkan dengan kesalahan dalam proses analisis kredit. Terdapat berbagai faktor yang dapat memengaruhi kualitas kredit yang disalurkan oleh BPR.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya proses analisis yang tepat sejak awal pemberian kredit. Menurutnya, dalam praktik di lapangan masih ditemukan kecenderungan petugas kredit yang lebih berfokus pada aspek agunan atau kolateral dibandingkan menilai kemampuan dan kelayakan usaha calon debitur secara menyeluruh.
"Pada awal pemberian kredit memang harus dilakukan analisis. Dari pengalaman saya sebagai pengawas dan pemeriksa, kadang teman-teman di lapangan lebih terfokus pada kolateral," tekannya.

Karena itu, lanjut dia, peningkatan kompetensi SDM BPR melalui pelatihan seperti ini dinilai penting agar proses analisis kredit dapat dilakukan secara lebih komprehensif. Dengan demikian, BPR diharapkan mampu meningkatkan kualitas penyaluran kredit kepada UMKM sekaligus meminimalkan potensi terjadinya kredit bermasalah.

Dikrtahui, Workshop ini menghadirkan dua pemateri, yakni Manager Micro Business BRI Manado Reino M. Pereda dan Youri Clift Pitoy, SH. Materi yang diberikan diharapkan dapat memperkuat kapasitas peserta dalam menganalisis kelayakan kredit UMKM sekaligus meningkatkan kemampuan dalam mengelola risiko pembiayaan.

Selain pelatihan dan peningkatan kapasitas SDM, kegiatan tersebut juga diisi dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi peserta sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.

Perbarindo SulutGoMalut  berharap kolaborasi dengan OJK serta berbagai pihak terkait dapat terus diperkuat untuk mendukung peningkatan kualitas industri BPR. Hal ini sejalan dengan semangat BPR sebagai "Bank Sahabat Anak Negeri" yang memiliki peran penting dalam mendukung akses pembiayaan masyarakat dan pengembangan UMKM.

Editor : Ayurahmi Rais
Workshop BPR SulutGoMalut Vicky Palit SDM BPR Bank Perekonomian Rakyat Perbarindo Sulut