Selatox Kantongi Sertifikasi CPOB BPOM, Perkuat Ambisi Jadi Pusat Manufaktur Biofarmasi Global

Amelia Beatrix • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 13:40 WIB
**Keterangan foto:**

Kepala BPOM RI Prof. dr. Taruna Ikrar menandatangani prasasti peresmian fasilitas PT Selatox Bio Pharma di Cikarang, didampingi CEO Daewoong Pharmaceutical Park Seongsoo dan CEO Selatox Joh Young Hoon.
Kepala BPOM RI Prof. dr. Taruna Ikrar menandatangani prasasti peresmian fasilitas PT Selatox Bio Pharma di Cikarang, didampingi CEO Daewoong Pharmaceutical Park Seongsoo dan CEO Selatox Joh Young Hoon.

MANADOPOST.ID – PT Selatox Bio Pharma resmi mengantongi sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia sekaligus meresmikan fasilitas manufaktur biofarmasi di Cikarang, Jawa Barat. Pencapaian ini menandai pengakuan bahwa fasilitas produksi dan sistem manajemen mutu perusahaan telah memenuhi standar regulasi nasional, sekaligus memperkuat langkah Selatox menjadi basis manufaktur biofarmasi bertaraf global.

Fasilitas manufaktur tersebut dirancang dengan sistem produksi berteknologi maju, area produksi steril, serta sistem manajemen mutu yang terintegrasi mulai dari penerimaan bahan baku, proses produksi, pengujian hingga distribusi. Seluruh proses dikembangkan untuk memastikan kualitas, keamanan, dan konsistensi produk sesuai standar Good Manufacturing Practice (GMP).

Chief Executive Officer Selatox, Joh Young Hoon, mengatakan sertifikasi CPOB menjadi tonggak penting yang membuktikan komitmen perusahaan dalam menghasilkan produk biofarmasi estetika berkualitas tinggi melalui proses produksi presisi dan pengendalian mutu yang ketat. Menurutnya, pencapaian tersebut juga menjadi fondasi pembangunan ekosistem biofarmasi yang mengintegrasikan riset dan pengembangan, manufaktur, serta operasional bisnis global.

Selatox saat ini berfokus pada penelitian, pengembangan, dan manufaktur produk biofarmasi estetika, termasuk pengembangan produk berbasis Botulinum Toxin Type A. Perusahaan juga menyatakan akan terus berinvestasi pada pengembangan sumber daya manusia lokal dan penerapan teknologi manufaktur berstandar internasional.

**Keterangan foto:**

Perwakilan pemerintah Indonesia dan Korea Selatan bersama jajaran Selatox dan Daewoong Pharmaceutical meresmikan fasilitas manufaktur PT Selatox Bio Pharma di Cikarang, 20 Juli 2026.
Perwakilan pemerintah Indonesia dan Korea Selatan bersama jajaran Selatox dan Daewoong Pharmaceutical meresmikan fasilitas manufaktur PT Selatox Bio Pharma di Cikarang, 20 Juli 2026.

Peresmian fasilitas tersebut mendapat dukungan pemerintah Indonesia dan Korea Selatan. Kementerian Kesehatan RI menilai kehadiran fasilitas ini sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan kesehatan nasional melalui peningkatan kapasitas produksi dalam negeri dan penguasaan teknologi. Sementara BPOM menyebut sertifikasi CPOB mencerminkan komitmen perusahaan dalam memenuhi standar keamanan, mutu, dan khasiat produk, sekaligus mendukung daya saing industri farmasi dan biofarmasi nasional. Dengan pencapaian ini, Selatox menargetkan Indonesia menjadi salah satu pusat biofarmasi estetika berdaya saing global.(AME)

Editor : Amelia Beatrix
toksin botulinum PT Selatox Bio Pharma BPOM