Selatox Siapkan Toksin Botulinum Halal Pertama di Indonesia, Didukung Fasilitas Bersertifikat CPOB

Amelia Beatrix • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 13:46 WIB
Fasilitas Manufaktur PT Selatox Bio Pharma di Cikarang, Jawa Barat, dibangun sesuai standar manufaktur internasional untuk mendukung produksi biofarmasi berkelas dunia.
Fasilitas Manufaktur PT Selatox Bio Pharma di Cikarang, Jawa Barat, dibangun sesuai standar manufaktur internasional untuk mendukung produksi biofarmasi berkelas dunia.

MANADOPOST.ID – PT Selatox Bio Pharma memperkuat langkah pengembangan industri biofarmasi estetika nasional dengan menyiapkan toksin Botulinum Type A halal pertama di Indonesia. Upaya tersebut ditopang oleh keberhasilan perusahaan memperoleh sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia serta peresmian fasilitas manufaktur biofarmasi di Cikarang, Jawa Barat.

Keberadaan fasilitas bersertifikat CPOB menjadi fondasi penting bagi Selatox dalam memproduksi produk biofarmasi yang memenuhi standar mutu, keamanan, dan kualitas sesuai ketentuan BPOM. Fasilitas tersebut dilengkapi sistem produksi berteknologi maju, area steril, serta sistem manajemen mutu terintegrasi yang mengawasi seluruh tahapan proses, mulai dari bahan baku hingga distribusi.

Chief Executive Officer Selatox, Joh Young Hoon, mengatakan sertifikasi CPOB merupakan pencapaian strategis yang memperkuat kesiapan perusahaan menghadirkan inovasi biofarmasi estetika berkualitas internasional. Menurutnya, Selatox tengah mengembangkan berbagai produk berbasis Botulinum Toxin Type A, termasuk menargetkan kehadiran produk toksin botulinum halal pertama di Indonesia untuk menjawab kebutuhan pasar domestik maupun internasional.

Ia menambahkan, perusahaan tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga membangun ekosistem biofarmasi yang mengintegrasikan riset dan pengembangan, manufaktur, serta operasional bisnis global. Investasi pada teknologi dan pengembangan sumber daya manusia lokal menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.

Kepala BPOM RI Taruna Ikrar menyampaikan apresiasi atas peresmian fasilitas PT Selatox Bio Pharma dan perolehan sertifikat CPOB sebagai penguat daya saing industri biofarmasi Indonesia.
Kepala BPOM RI Taruna Ikrar menyampaikan apresiasi atas peresmian fasilitas PT Selatox Bio Pharma dan perolehan sertifikat CPOB sebagai penguat daya saing industri biofarmasi Indonesia.

Pemerintah menilai investasi tersebut sejalan dengan transformasi sistem kesehatan nasional yang mendorong kemandirian industri farmasi. Kepala BPOM RI Prof. dr. Taruna Ikrar menyatakan sertifikasi CPOB menjadi bukti komitmen perusahaan dalam memenuhi standar keamanan, mutu, dan khasiat produk. Dengan dukungan fasilitas manufaktur berstandar internasional, Selatox menargetkan Indonesia tidak hanya menjadi pasar biofarmasi estetika, tetapi juga pusat produksi dan inovasi, termasuk untuk menghadirkan produk toksin botulinum halal yang memiliki daya saing di pasar global.(AME)

Editor : Amelia Beatrix
toksin botulinum PT Selatox Bio Pharma BPOM