Indonesia-China Perkuat Kemitraan Investasi Hijau dan Teknologi, Jobubu Teken MoU dengan Liugong

Amelia Beatrix • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 00:49 WIB
Penandatanganan MoU antara PT Jobubu Jarum Minahasa dan Liugong Food Group (G.Taste) menjadi tonggak kerja sama strategis untuk mendorong investasi, hilirisasi, dan pengembangan pasar produk pangan Indonesia di China.
Penandatanganan MoU antara PT Jobubu Jarum Minahasa dan Liugong Food Group (G.Taste) menjadi tonggak kerja sama strategis untuk mendorong investasi, hilirisasi, dan pengembangan pasar produk pangan Indonesia di China.

MANADOPOST.ID – Indonesia dan China kembali memperkuat kerja sama ekonomi melalui penyelenggaraan Indonesia-China Partnership Forum: Advancing Green Energy, Health Innovation, and Future Technology yang digelar di Hotel Kempinski Jakarta, Rabu (23/7). Forum ini menjadi wadah untuk mempererat hubungan bilateral sekaligus membuka peluang investasi di sektor energi hijau, kesehatan, teknologi masa depan, hingga industri manufaktur.

Kegiatan dibuka dengan sambutan Duta Besar Republik Indonesia untuk China, Djauhari Oratmangun, yang menegaskan pentingnya kolaborasi kedua negara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Selanjutnya, forum menghadirkan pidato kunci dari perwakilan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM yang memaparkan arah kebijakan investasi Indonesia, khususnya pengembangan industri hilir dan penciptaan nilai tambah.

Duta Besar China untuk Indonesia juga dijadwalkan memberikan keynote speech yang menyoroti komitmen pemerintah China dalam memperluas kemitraan strategis dengan Indonesia. Sementara itu, Penasihat Khusus Menteri Luar Negeri RI untuk Diplomasi Ekonomi, Zelda Wulan Kartika, akan mengulas strategi diplomasi ekonomi Indonesia dalam memperkuat hubungan dagang dan investasi kedua negara.

Salah satu agenda penting dalam forum ini adalah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Jobubu Jarum Minahasa dan Liugong Food Group (G.Taste). Kesepakatan tersebut diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperluas kerja sama industri pengolahan pangan dan memperkuat rantai pasok antara Indonesia dan China.

Indonesia-China Partnership Forum

Forum kemudian dilanjutkan dengan sesi berbagi peluang kerja sama ekonomi dan bisnis yang dimoderatori Direktur Sumber Daya dan Industrialisasi Kementerian Luar Negeri RI, Widyia Santikajaya. Dalam sesi tersebut, Presiden Direktur PT Danareksa A. Putu Nugraha Wirawan memaparkan peluang investasi di Indonesia.

Perwakilan Kementerian Kesehatan, Chief Representative CCPIT Indonesia Niu Liang Liang, serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral turut menyampaikan presentasi mengenai prospek kolaborasi di bidang kesehatan, energi, dan investasi berkelanjutan. Sejumlah perusahaan asal China juga diberikan kesempatan mempresentasikan potensi kerja sama bisnis dengan mitra Indonesia.

Selain forum utama, penyelenggara mengadakan sesi business matching secara paralel hingga pukul 14.00 WIB. Pertemuan bisnis tersebut diharapkan mampu mempertemukan pelaku usaha kedua negara untuk menjajaki investasi baru, transfer teknologi, serta pengembangan proyek bersama yang mendukung transformasi ekonomi hijau dan inovasi di Indonesia.

Forum Indonesia–China ini menjadi salah satu upaya konkret memperkuat kemitraan ekonomi kedua negara di tengah meningkatnya kebutuhan investasi pada sektor-sektor strategis yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan dan inovasi teknologi.(ame)

Editor : Amelia Beatrix
Liugong Food Group Indonesia-China Partnership Forum PT Jobubu Jarum Minahasa