MANADOPOST.ID – Triwulan II- 2026, Perekonomian Sulawesi Utara (Sulut) tumbuh 5,42 ℅ secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka ini lebih tinggi dari nasional yang hanya tumbuh 5,29%
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulut, Watekhi, mengatakan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulut pada Triwulan II-2026 mencapai Rp55,20 triliun atas dasar harga berlaku dan Rp29,60 triliun atas dasar harga konstan 2010.
Sementara, dari sisi produksi, pertumbuhan ditopang oleh lapangan usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial yang tumbuh 15,47 ℅ (yoy).
"Dari sisi pengeluaran, komponen Konsumsi Pemerintah menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan 14,70 ℅ (yoy)," jelasnya.
Lanjutnya, selain tumbuh secara tahunan, ekonomi Sulut juga mengalami pertumbuhan 5,53 ℅ dibandingkan triwulan sebelumnya (quarter-to-quarter/q-to-q). Pada periode ini, lapangan usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial kembali mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 22,54℅ sedangkan dari sisi pengeluaran, komponen Impor Luar Negeri meningkat 45,24℅
Segingga, secara kumulatif, ekonomi Sulut pada semester I-2026 atau hingga Triwulan II-2026 tumbuh 5,48 ℅(cumulative-to-cumulative/c-to-c) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi Sulut ini mencerminkan aktivitas ekonomi daerah yang tetap kuat di tengah berbagai tantangan.
Di sisi lai, pertumbuhan ekonomi Sulut ini masih berada di bawah Gorontalo yang membukukan pertumbuhan 6,20 ℅ (yoy) pada Triwulan II-2026. PE Gorontalo ini menjadi yang tertinggi di Sulawesi..
.