MANADOPOST.ID — Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mulai menawarkan LPG Non-Subsidi Bright Gas 5,5 kilogram kepada petani di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, untuk kebutuhan operasional mesin pompa air irigasi.
Program ini menyasar petani yang membutuhkan energi untuk mengairi sawah, terutama selama musim kemarau ketika ketersediaan air di sejumlah lahan pertanian berkurang. Bright Gas ditawarkan dengan skema harga khusus pada tahap awal pelaksanaan program.
Sebanyak 100 refill pertama Bright Gas 5,5 kg dijual dengan harga Rp60.000 per tabung. Untuk 100 refill berikutnya, harga ditetapkan Rp80.000 per tabung, sedangkan 100 refill selanjutnya Rp90.000 per tabung. Harga normal yang disebutkan Pertamina untuk refill Bright Gas 5,5 kg adalah Rp110.000.
Selain harga khusus, petani juga dapat mengikuti program Trade In Gratis dengan menukarkan dua tabung LPG 3 kg untuk mendapatkan satu tabung Bright Gas 5,5 kg. Petani tetap membayar biaya pengisian ulang Bright Gas.
Program tersebut diluncurkan di Dusun Bilonga, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa, pada Rabu (12/8). Pada tahap awal, program melibatkan kelompok tani di wilayah tersebut dan selanjutnya direncanakan diperluas ke kelompok tani lainnya di Kabupaten Gowa.
Sales Branch Manager Sulselbar VI Gas Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Wahyu Purwatmo, mengatakan program ini ditujukan untuk menyediakan pilihan LPG Non-Subsidi bagi petani yang menggunakan mesin pompa air.
Kebutuhan tersebut meningkat ketika petani harus mengandalkan pompa untuk mendapatkan pasokan air ke lahan pertanian selama musim kemarau. Di sisi lain, LPG 3 kg merupakan LPG bersubsidi yang penggunaannya diperuntukkan bagi kelompok masyarakat tertentu sesuai ketentuan pemerintah.
"Melalui Bright Gas untuk Petani, kami memberikan kemudahan akses LPG Non-Subsidi sekaligus mendorong penggunaan LPG 3 kg agar semakin tepat sasaran," kata Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto.
Pertamina juga mulai menyiapkan outlet Bright Gas di wilayah yang memiliki aktivitas pertanian. Jaringan tersebut ditujukan untuk memudahkan petani memperoleh LPG Non-Subsidi tanpa harus mencari pasokan ke wilayah lain.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa, Zubair Usman, mengatakan akses energi menjadi salah satu kebutuhan petani yang menggunakan pompa untuk pengairan lahan.
"Program ini sangat membantu, khususnya bagi petani yang membutuhkan pompa untuk menjaga pengairan sawah di tengah kondisi kemarau," ujar Zubair.
Setelah peluncuran tahap awal, Pertamina bersama Pemerintah Kabupaten Gowa akan mengevaluasi pelaksanaan program dan mengidentifikasi kelompok tani yang membutuhkan akses Bright Gas. Perluasan program juga akan dilakukan melalui jaringan penyalur LPG Non-Subsidi di wilayah pertanian.
Program ini menjadi salah satu upaya mengalihkan penggunaan LPG 3 kg untuk kebutuhan operasional usaha pertanian ke LPG Non-Subsidi. Bagi petani, skema harga khusus pada tahap awal menjadi salah satu faktor yang dapat menentukan apakah Bright Gas dapat digunakan sebagai pilihan energi untuk pompa air secara berkelanjutan.
Editor : Ayurahmi Rais