Diikuti Lebih dari 200 Pelaku UMKM, Urban Digifest 2026 Targetkan Total Transaksi 6 Miliar

Ayurahmi Rais • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:45 WIB
Kepala BI Sulut Joko Supratikto (tengah) bersama Ibu Wakil Gubernur Sulut Merry Kalalo dan  Kadis Pariwisata sulut Kartika Devi Tanos, saat pembukaan Urban Digifest 2026, Rabu (12/8/2026)
Kepala BI Sulut Joko Supratikto (tengah) bersama Ibu Wakil Gubernur Sulut Merry Kalalo dan Kadis Pariwisata sulut Kartika Devi Tanos, saat pembukaan Urban Digifest 2026, Rabu (12/8/2026)

 


MANADOPOST.ID – Lebih dari 200 pelaku UMKM  dibawa masuk ke dalam ekosistem perdagangan, pembiayaan dan transaksi digital melalui Urban Digifest X Sulut Coffee Fest 2026 di Manado yang diprakarsai langsung oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara (BI Sulut).

Tak tanggung-tanggung, tahun ini, BI menargetkan transaksi lebih dari Rp6 miliar serta membuka realisasi pembiayaan UMKM di atas Rp3 miliar.

Target ini bukan sekadar mengejar nilai transaksi selama kegiatan berlangsung. Namun,  BI ingin Urban Digifest menjadi ruang yang mempertemukan UMKM dengan konsumen, lembaga pembiayaan dan pasar yang lebih luas. Jumlah pengunjung tahun ini ditargetkan menembus 60 ribu orang, meningkat dari sekitar 55 ribu pengunjung pada penyelenggaraan sebelumnya yang menghasilkan transaksi sekitar Rp5,5 miliar.

Kepala Perwakilan BI Sulut Joko Supratikto mengatakan pembiayaan UMKM akan didorong melalui perbankan dan lembaga keuangan non-bank, termasuk PNM. Sementara itu, rangkaian kegiatan disiapkan dalam bentuk business matching, workshop, talkshow, promosi perdagangan dan ekspor hingga pengembangan keterampilan di sektor kopi. “Dan kami harapkan ini bisa mencatatkan transaksi lebih dari Rp6 miliar. Tahun lalu sekitar Rp5,5 miliar,” ujar Joko dalam soft opening Urban Digifest X Sulut Coffee Fest 2026 di Manado Town Square, Rabu (12/8/2026).

Ia menjelaskan, Urban Digifest tahun ini mengangkat tema “Rupa Rasa Kawanua: Meracik Tradisi, Menyeduh Inovasi”. Konsep ini diterjemahkan melalui penguatan produk berbasis identitas lokal sekaligus pemanfaatan inovasi untuk mengembangkan usaha. Produk wastra, fashion, kerajinan, kuliner dan minuman ditampilkan melalui Wale Rupa dan Wale Rasa, sementara Sulut Coffee Fest memberi ruang khusus bagi komoditas kopi yang memiliki rantai usaha mulai dari petani, roastery, barista hingga kafe.

Menurut Joko, pendekatan tersebut penting agar budaya lokal tidak berhenti sebagai produk pameran. Tradisi dan kearifan lokal dapat dikembangkan menjadi identitas produk sekaligus sumber nilai ekonomi baru. Karena itu, kegiatan juga mencakup pengembangan wastra Sulut, modest fashion, membatik bersama Dekranasda, penguatan komunitas lokal serta promosi destinasi wisata melalui video storytelling. “Yang jauh lebih penting adalah bagaimana Urban Digifest ini mampu menghasilkan multiplier effect yang berkelanjutan bagi ekonomi, bagi UMKM, dan bagi masyarakat di Sulawesi Utara,” tegasnya.

Aspek digital menjadi bagian dari pengembangan tersebut melalui penggunaan QRIS sebagai kanal transaksi utama selama kegiatan. BI berharap digitalisasi tidak hanya mempermudah pembayaran, tetapi juga membantu UMKM memperluas pasar dan membangun rekam transaksi yang mendukung akses pembiayaan.
 

Joko menegaskan keberhasilan Urban Digifest tidak semata diukur dari jumlah pengunjung, nilai transaksi atau pembiayaan, melainkan dari sejauh mana kegiatan tersebut memberi dampak yang berlanjut bagi UMKM dan perekonomian Sulut. 

Editor : Ayurahmi Rais
Urban Digifest 2026 Target Transaksi Urban Digifest 2026 Tempat Pelaksanaan Urban Digifest 2026 UMKM Bank Indonesia Sulut