Semarak HUT ke-81 RI, PLN Edukasi Pelajar Jeneponto Jaga Keselamatan Ketenagalistrikan

Ayurahmi Rais • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 20:28 WIB

 

 

Petugas PLN ULTG Jeneponto memberikan edukasi langsung kepada anak-anak mengenai bahaya bermain layang-layang di sekitar jaringan transmisi. Anak-anak diimbau memilih lokasi bermain yang aman dan jauh dari tower maupun jaringan listrik guna mencegah risiko terhadap keselamatan sekaligus menjaga keandalan penyaluran tenaga listrik.
Petugas PLN ULTG Jeneponto memberikan edukasi langsung kepada anak-anak mengenai bahaya bermain layang-layang di sekitar jaringan transmisi. Anak-anak diimbau memilih lokasi bermain yang aman dan jauh dari tower maupun jaringan listrik guna mencegah risiko terhadap keselamatan sekaligus menjaga keandalan penyaluran tenaga listrik.

 

MANADOPOST.ID – Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi PLN untuk terus menumbuhkan kepedulian terhadap keselamatan ketenagalistrikan sejak dini. PT PLN (Persero) Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sulawesi melalui PLN Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Jeneponto menggelar sosialisasi dan edukasi Keselamatan Ketenagalistrikan kepada siswa-siswi UPT SD Negeri 12 Tamalatea, Kabupaten Jeneponto.

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah preventif PLN dalam membangun pemahaman mengenai penggunaan listrik yang aman sekaligus mengenalkan pentingnya menjaga keselamatan di sekitar infrastruktur ketenagalistrikan. Melalui pendekatan yang sederhana dan interaktif, para siswa diberikan pemahaman agar mampu mengenali potensi bahaya listrik, baik di lingkungan rumah, sekolah, maupun di sekitar jaringan transmisi.

General Manager PLN UIP3B Sulawesi, Fermi Trafianto, menyampaikan bahwa edukasi sejak usia sekolah merupakan salah satu upaya PLN untuk membangun budaya keselamatan secara berkelanjutan. Menurutnya, pemahaman mengenai keselamatan ketenagalistrikan perlu ditanamkan sejak dini agar anak-anak mampu mengenali potensi bahaya dan menerapkan perilaku aman dalam kehidupan sehari-hari.

"Keselamatan menjadi prioritas utama PLN. Melalui edukasi sejak dini, kami ingin anak-anak memahami cara menggunakan listrik dengan aman sekaligus mengenali aktivitas yang berpotensi membahayakan diri maupun mengganggu jaringan kelistrikan. Kami berharap pengetahuan yang diperoleh juga dapat mereka sampaikan kepada keluarga dan teman-teman di lingkungan sekitarnya," ujar Fermi.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa diperkenalkan dengan berbagai kebiasaan sederhana dalam menggunakan listrik secara aman, seperti tidak menyentuh stop kontak atau sakelar dengan tangan basah, menghindari penggunaan colokan listrik secara berlebihan, serta segera melaporkan kepada orang tua atau guru apabila menemukan kabel terkelupas maupun peralatan listrik yang berpotensi membahayakan.

Selain keselamatan penggunaan listrik sehari-hari, PLN memberikan perhatian khusus terhadap bahaya bermain layang-layang di sekitar Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT). Layang-layang maupun benang yang tersangkut pada jaringan transmisi berpotensi menimbulkan gangguan penyaluran tenaga listrik sekaligus membahayakan keselamatan masyarakat.

Para siswa juga diimbau untuk bermain layang-layang di lokasi yang aman dan jauh dari tower maupun jaringan transmisi. Edukasi ini menjadi penting karena partisipasi masyarakat dalam menjaga ruang aman jaringan turut mendukung upaya PLN mempertahankan keandalan penyaluran tenaga listrik.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan melibatkan para siswa dalam diskusi dan kuis bertema keselamatan ketenagalistrikan yang dikemas dalam nuansa perayaan Kemerdekaan. Antusiasme para siswa dan tenaga pendidik menunjukkan bahwa pesan keselamatan dapat disampaikan dengan cara yang menarik, sederhana, dan mudah dipahami oleh anak-anak.

Perwakilan UPT SD Negeri 12 Tamalatea, Arwinto, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan edukasi keselamatan ketenagalistrikan yang diberikan PLN kepada para siswa. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengetahuan yang bermanfaat bagi anak-anak untuk mengenali potensi bahaya listrik sekaligus membangun kebiasaan aman sejak dini.
"Kami mengapresiasi PLN yang telah memberikan edukasi keselamatan ketenagalistrikan kepada siswa dengan cara yang menarik dan mudah dipahami. Melalui kegiatan ini, anak-anak semakin memahami bagaimana menggunakan listrik dengan aman serta mengetahui bahaya bermain layang-layang di sekitar jaringan transmisi. Kami berharap pengetahuan ini juga dapat mereka sampaikan kepada keluarga dan teman-temannya," ujar Arwinto.

PLN UIP3B Sulawesi berharap edukasi tersebut tidak berhenti di lingkungan sekolah. Para siswa diharapkan dapat menjadi agen keselamatan yang turut mengingatkan keluarga dan teman-temannya mengenai penggunaan listrik yang aman serta pentingnya menghindari aktivitas berisiko di sekitar jaringan transmisi.

Melalui kegiatan ini, PLN UIP3B Sulawesi terus memperkuat komitmen dalam menjaga keselamatan masyarakat dan keandalan infrastruktur ketenagalistrikan. Penguatan keselamatan jaringan transmisi listrik diharapkan turut mendorong kepedulian bersama untuk menjaga jaringan listrik sebagai infrastruktur penting yang mendukung aktivitas masyarakat, pelayanan publik, serta pembangunan daerah.

Editor : Ayurahmi Rais
Petugaa PLN ULTG Jameponto Anak-Anak Main Layangan PLN UIP3B Sulawesi Layang-layang