Meracik Tradisi, Menyeduh Inovasi, Urban Digifest Sukses Menjadi Panggung Ekonomi Kreatif Sulut  

Ayurahmi Rais • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:33 WIB
Rangkaian penutupan Urban Digifest 2026, Sabtu (15/8). Yang dihadiri oleh jajaran pimpinan Bank Indonesia,  pemerintah, Dekranasda, pimpinan perbankan, dunia usaha, komunitas, akademisi, media, dan pelaku ekonomi kreatif
Rangkaian penutupan Urban Digifest 2026, Sabtu (15/8). Yang dihadiri oleh jajaran pimpinan Bank Indonesia, pemerintah, Dekranasda, pimpinan perbankan, dunia usaha, komunitas, akademisi, media, dan pelaku ekonomi kreatif

  


MANADOPOST.ID — Urban Digifest 2026 sukses digelar dengan mencatat transaksi sebesar Rp3,4 miliar dan total kunjungan mencapai 42 ribu orang selama empat hari pelaksanaan. Jumlah ini dipastikan masih akan bertambah sampai pada puncak acara Minggu (16/8) besok.  

Kegiatan yang mempertemukan UMKM, ekonomi kreatif, perbankan, pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam satu ekosistem pengembangan ekonomi daerah ini tidak sekadar menghadirkan pameran dan hiburan.

Urban Digifest berkembang menjadi platform untuk memperluas akses pasar UMKM, mendorong digitalisasi transaksi, membuka akses pembiayaan, meningkatkan kapasitas pelaku usaha, sekaligus mengangkat budaya dan komoditas unggulan daerah.

Mengusung tema “Rupa Rasa Kawanua: Meracik Tradisi, Menyeduh Inovasi”, Urban Digifest 2026 menjadi ruang yang mempertemukan kekuatan tradisi dengan inovasi ekonomi kreatif. Penggabungan kegiatan dengan Sulut Coffee Fest turut menempatkan kopi sebagai salah satu wajah baru ekonomi kreatif Sulawesi Utara.

Ekosistem kopi yang diangkat mencakup seluruh rantai usaha, mulai dari petani, pengolah, roastery, barista, kedai kopi, UMKM, hingga sektor pariwisata.

Kepala BI Sulut Joko Supratikto
Kepala BI Sulut Joko Supratikto

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Joko Supratikto, mengatakan, perjalanan Urban Digifest kini telah memasuki tahun kedelapan.

Menurutnya, perjalanan ini menunjukkan bagaimana sebuah kegiatan yang awalnya merupakan agenda tahunan dapat berkembang menjadi ruang kolaborasi berbagai pihak dalam mendorong penguatan ekonomi daerah.

Joko menjelaskan, Urban Digifest 2026 dibangun dengan tiga semangat utama, yakni sebagai ruang refleksi, apresiasi terhadap budaya dan tradisi, serta perayaan sinergi untuk ekonomi negeri.

“Sebagai ruang refleksi, Urban Digifest menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan transformasi UMKM Sulawesi Utara sekaligus mengukur sejauh mana berbagai program yang dilakukan telah memberikan dampak nyata kepada pelaku usaha dan masyarakat,” jelasnya dalam sambutan pada penutupan Urban Digifest, Sabtu (15/8).

Ia menuturkan, berbagai rangkaian kegiatan Urban Digifest telah dimulai jauh sebelum puncak acara. Salah satunya melalui program Petani dan Wirausaha Unggulan Sulawesi Utara (PATUA WANUA) angkatan keenam, yang menjadi program inkubasi untuk mendorong UMKM naik kelas.

Selain itu, program Onboarding UMKM Go Digital juga dilaksanakan selama empat bulan, sejak Mei hingga Agustus 2026. Program tersebut ditujukan untuk mempersiapkan pelaku usaha memasuki pasar digital sekaligus mengadopsi sistem pembayaran digital.

Upaya memperluas akses pasar juga dilakukan melalui berbagai pameran di tingkat provinsi, nasional hingga internasional, di antaranya Bali Beyond Travel Fair, TIFF, Manado Expo, Pameran Paskah, SIAL Shanghai, serta berbagai agenda lainnya.

Seluruh rangkaian ini kemudian bermuara pada Urban Digifest 2026 yang menghadirkan 233 UMKM. Dengan rincian, 127 UMKM makanan dan minuman kemasan, 50 UMKM wastra, kerajinan dan kriya, 28 UMKM kopi, 20 UMKM ready to eat, tiga UMKM pangan, serta lima UMKM pendukung desa wisata.

Menurut Joko, keberhasilan Urban Digifest tidak dapat dilepaskan dari sinergi berbagai pihak. Penyelenggaraan kegiatan melibatkan Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, pemerintah kabupaten/kota, Dekranasda, perbankan, dunia usaha, komunitas, akademisi, media, pelaku ekonomi kreatif, hingga masyarakat.

Sinergi tersebut dinilai penting karena transformasi ekonomi tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. Ketika berbagai agenda pengembangan ekonomi daerah dihimpun dalam satu kolaborasi, dampaknya dapat bergerak lebih jauh daripada sekadar penyelenggaraan sebuah kegiatan.
Ia memastikan Urban Digifest tidak berhenti setelah rangkaian acara ditutup. UMKM potensial yang telah mengikuti berbagai program akan terus mendapatkan pendampingan sebagai bagian dari Road to Karya Kreatif Indonesia (KKI), flagship event Bank Indonesia secara nasional yang mempertemukan UMKM unggulan dari berbagai daerah.

 

Deputi Gubernur BI Ricky Gozali
Deputi Gubernur BI Ricky Gozali

 

Terpisah, Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky Perdana Gozali memberikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan Urban Digifest Sulut.

Ia menegaskan, di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi, perkembangan ekonomi digital menjadi salah satu bagian dari upaya memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi baru di daerah.

Digitalisasi, kata dia, diharapkan tidak hanya memberikan kemudahan dalam transaksi, tetapi juga membantu UMKM membangun ekosistem usaha yang lebih formal, efisien, dan terhubung dengan pasar yang lebih luas.
“Di Sulut sendiri pengguna QRIS telah mencapai lebih dari 500 ribu pengguna, tumbuh sekitar 18 persen secara tahunan, sementara volume transaksi telah mencapai 36,34 juta transaksi. Ini adalah capaian yang baik,” pujinya.

Sementara itu, Gubernur Sulut Yulius Selvanus yang diwakili Kepala Biro Perekonomian, Reza Alexandro Wenas Dotulung, mengatakan tantangan Sulawesi Utara ke depan bukan hanya menjaga pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan pertumbuhan tersebut berkualitas dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Karena itu, arah pembangunan ekonomi Sulut terus didorong melalui perluasan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru. UMKM dan ekonomi kreatif menjadi salah satu sektor penting karena memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat serta potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja dan nilai tambah.

“UMKM dan ekonomi kreatif menjadi salah satu sektor penting karena memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat dan memiliki potensi besar untuk menciptakan lapangan kerja serta nilai tambah,” tegasnya.
Ia memastikan pemerintah daerah terus mendorong agar pertumbuhan UMKM tidak hanya terlihat dari sisi kuantitas, tetapi juga diikuti peningkatan kualitas dan kapasitas usaha. Dengan demikian, semakin banyak UMKM yang mampu naik kelas dan memiliki daya saing.

Digifest dinilai penting karena menghimpun berbagai agenda pengembangan ekonomi dalam satu platform.

UMKM memperoleh akses promosi dan transaksi, pelaku usaha mendapatkan peningkatan kapasitas, peluang pembiayaan dan pasar semakin terbuka, talenta kreatif memperoleh ruang, sementara masyarakat mendapatkan pengalaman langsung dalam ekosistem ekonomi digital.

Keberhasilan Urban Digifest tidak hanya diukur dari besarnya transaksi dan jumlah pengunjung selama kegiatan berlangsung. Lebih dari itu, keberhasilannya akan terlihat dari dampak yang tetap hidup setelah acara berakhir: semakin banyak UMKM naik kelas, produk Kawanua mampu menembus pasar yang lebih luas, wirausaha baru tumbuh, serta digitalisasi semakin melekat dalam aktivitas ekonomi masyarakat.

Deretan busana khas Sulut yang dipamerkan di Urban Digifest 2026.
Deretan busana khas Sulut yang dipamerkan di Urban Digifest 2026.

Diketahui, acara penutupan Urban Digifest dihadiri langsung oleh pemerintah, Dekranasda, pimpinan perbankan, dunia usaha, komunitas, akademisi, media, dan pelaku ekonomi kreatif.

Editor : Ayurahmi Rais
Urban Digifest 2026 Puncak acara Urban Digifest 2026 Meracik Tradisi Menyeduh Inovasi Ekonomi Kreatif Bank Indonesia Sulut