MANADOPOST.ID—Rilis terbaru Badan Pusat Statistik, pertumbuhan ekonomi Provinsi Gorontalo pada periode Semester I 2026 mencatat kinerja yang cukup impresif.
Berdasarkan data yang disampaikan BPS, ekonomi Gorontalo tumbuh sebesar 7,68 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Capaian tersebut menempatkan Gorontalo sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia, bahkan berada di peringkat keempat secara nasional pada periode tersebut.
Dari sisi besaran ekonomi, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Gorontalo atas dasar harga berlaku mencapai Rp15.789,70 miliar, sementara PDRB atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp9.100,51 miliar.
Pertumbuhan tinggi Gorontalo terutama didorong oleh kinerja sektor Pertambangan dan Penggalian yang melonjak hingga 31,34 persen.
Selain itu, sektor pertanian turut memberikan kontribusi melalui momentum musim panen raya.
Sementara dari sisi pengeluaran, komponen Ekspor Barang dan Jasa menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi Gorontalo.
Gorontalo Unggul di Kawasan Sulawesi.
Kinerja Gorontalo tersebut juga terlihat menonjol jika dibandingkan dengan sejumlah provinsi lain di Pulau Sulawesi.
Sulawesi Selatan pada Triwulan I 2026 mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,88 persen secara yoy, sedangkan Sulawesi Tengah tumbuh 6,64 persen secara kumulatif (c-to-c) pada Semester I 2026.
Sulawesi Tenggara mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,21 persen pada Semester I 2026.
Sementara itu, ekonomi Sulawesi Utara pada Semester I 2026 tumbuh sebesar 5,48 persen secara kumulatif (c-to-c) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada Triwulan II 2026, pertumbuhan ekonomi Sulut tercatat 5,42 persen secara yoy.
Dengan angka tersebut, pertumbuhan ekonomi Gorontalo sebesar 7,68 persen masih berada cukup jauh di atas Sulawesi Utara.
Di Sulut, lapangan usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi secara kumulatif, yakni mencapai 22,54 persen.
Adapun Sulawesi Barat mencatat pertumbuhan ekonomi 5,33 persen yoy pada Triwulan I 2026. Kinerja tersebut mengalami sedikit perlambatan dibandingkan triwulan sebelumnya, antara lain dipengaruhi normalisasi kinerja ekspor.
Tantangan bagi Sulut.
Perbedaan angka pertumbuhan tersebut menjadi catatan penting bagi Sulawesi Utara di tengah persaingan ekonomi antardaerah di kawasan Sulawesi.
Gorontalo yang selama ini memiliki skala ekonomi lebih kecil justru mampu mencatat pertumbuhan lebih tinggi.
Lonjakan sektor pertambangan, ditambah kinerja pertanian dan ekspor, menjadi faktor penting yang mendorong akselerasi ekonomi daerah tersebut.
Bagi Sulut, kondisi ini menunjukkan pentingnya memperkuat sektor-sektor ekonomi produktif, mempercepat investasi, meningkatkan hilirisasi kelapa, serta mengoptimalkan potensi perdagangan dan ekspor.
Pertumbuhan ekonomi yang tinggi bukan hanya soal angka, tetapi juga bagaimana pertumbuhan tersebut mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat dan memperkuat daya saing daerah.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia sendiri pada triwulan II (kuartal II) tahun 2026 mencapai 5,29 persen secara tahunan (year-on-year / yoy), sehingga secara keseluruhan semester I-2026 ekonomi nasional tumbuh 5,45 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. (*)
Editor : Tommy Waworundeng