MANADOPOST.ID — Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Sulawesi Utara semakin menyatu dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Hingga Semester I 2026, transaksi QRIS telah mencapai 36,44 juta transaksi dengan nilai Rp3,85 triliun.
Secara tahunan, volume transaksi QRIS tumbuh 34,10 persen, sementara nominal transaksi meningkat 30,95 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Di balik pertumbuhan tersebut, basis pengguna dan pelaku usaha yang menerima pembayaran melalui QRIS juga terus bertambah. Per 30 Juni 2026, Sulawesi Utara telah memiliki 597.907 pengguna QRIS dan 387.182 merchant QRIS.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara Joko Supratikto mengatakan, realisasi ini tidak terlepas dari sinergi antara Bank Indonesia, perbankan, pelaku usaha, pemerintah daerah dan masyarakat.
“Perkembangan QRIS yang signifikan ini tentunya tidak terlepas dari sinergi bersama antara Bank Indonesia, perbankan bersama masyarakat,” kata Joko saat menyampaikan sambutan pada puncak Pekan QRIS Nasional (PQN) Sulawesi Utara 2026, Senin (17/8).
Menurut Joko, rangkaian PQN tidak hanya diarahkan pada kegiatan seremonial. Bank Indonesia Sulut bersama mitra strategis menggelar berbagai kegiatan untuk memperkuat pemahaman sekaligus meningkatkan penggunaan transaksi pembayaran digital di tengah masyarakat.
Sosialisasi dan edukasi QRIS dilakukan dalam sejumlah kegiatan, di antaranya Tournament of Flowers di Tomohon, talk show transaksi digital di Urban Digifest, serta Festival Kuliner Kemerdekaan.
BI juga menghadirkan pengalaman penggunaan QRIS Antarnegara dan QRIS TAP melalui UMKM Expo dalam rangkaian Tomohon International Flower Festival. Selain itu, masyarakat diperkenalkan dengan gamifikasi QRIS QUEST di Urban Digifest serta penggunaan QRIS dalam ajang pemilihan Remaja Kreatif GPdI.
“Tujuannya membuat QRIS tidak lagi terasa asing. Baik untuk pelaku UMKM, perbankan, pemerintah daerah, sampai pembeli di kaki lima,” ujar Joko.
Sepanjang rangkaian kegiatan PQN, BI mencatat lebih dari 250 ribu transaksi QRIS. Capaian itu semakin memperlihatkan bahwa penggunaan pembayaran digital mulai menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai ruang.
QRIS tidak hanya digunakan di pusat perbelanjaan, tetapi juga semakin dekat dengan UMKM, usaha kuliner dan transaksi sehari-hari masyarakat.
Pertumbuhan penggunaan QRIS di Sulawesi Utara juga tidak terlepas dari kolaborasi dengan perbankan. Joko menyampaikan apresiasi kepada BNI, BRI dan Bank Mandiri atas komitmen dan kolaborasi dalam memperluas ekosistem QRIS di Sulawesi Utara. Sejak awal 2026 hingga pelaksanaan puncak PQN, BI Sulut bersama perbankan telah menjalankan 11 program kolaboratif yang diarahkan untuk mengakuisisi pengguna baru, memperluas merchant QRIS, sekaligus meningkatkan frekuensi dan volume transaksi.
Dari 11 program tersebut, tercatat 559.640 transaksi QRIS, dengan penambahan 11.506 pengguna baru dan 3.906 merchant baru.
“Capaian ini menjadi indikasi bahwa sinergi bersama perbankan telah memberikan hasil nyata dalam memperluas basis pengguna, merchant, serta pemanfaatan QRIS di Sulawesi Utara,” kuncinya. (*)
Editor : Ayurahmi Rais