GIFA dan METEC Indonesia 2026 Perkuat Kesiapan Industri Aluminium Nasional

Amelia Beatrix • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:20 WIB
GIFA-METEC Indonesia menjadi wadah pertukaran pengetahuan global-nasional sektor pengecoran logam & metalurgi.
GIFA-METEC Indonesia menjadi wadah pertukaran pengetahuan global-nasional sektor pengecoran logam & metalurgi.

MANADOPOST.ID – Industri aluminium Indonesia memasuki fase pertumbuhan baru seiring peningkatan kapasitas produksi dan dorongan pemerintah memperkuat hilirisasi. Momentum tersebut akan menjadi salah satu fokus GIFA dan METEC Indonesia 2026 yang menghadirkan Aluminium Pavilion untuk pertama kalinya sebagai ruang khusus teknologi, material, dan solusi industri aluminium.

Pameran internasional bidang pengecoran logam dan metalurgi ini digelar pada 9–12 September 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, berbarengan dengan Mining Indonesia ke-24. Penyelenggara menargetkan sekitar 6.000 pengunjung profesional dan 200 perusahaan peserta dari sejumlah negara, termasuk Jerman, Tiongkok, India, Italia, Singapura, Spanyol, Austria, dan Indonesia.

Messe Düsseldorf Asia bersama Pamerindo Indonesia menilai penguatan ekosistem hilir menjadi kebutuhan strategis ketika kapasitas aluminium primer nasional terus meningkat. Berdasarkan data Shanghai Metal Markets (SMM), kapasitas produksi aluminium primer Indonesia diproyeksikan melonjak dari sekitar 870 ribu ton pada 2025 menjadi 2,51 juta ton pada 2026 dan mencapai 3,56 juta ton pada 2027.

Namun, peningkatan kapasitas tersebut belum sepenuhnya diikuti kemampuan pengolahan dan fabrikasi di dalam negeri. Indonesia masih mengimpor berbagai produk aluminium bernilai tambah, sehingga membuka peluang investasi pada teknologi pengecoran, thermal processing, fabrikasi, simulasi digital, pengendalian mutu, hingga material handling.

Lars Wismer, Managing Director Messe Düsseldorf Asia, mengatakan Indonesia semakin strategis dalam industri logam global, baik sebagai produsen mineral maupun pasar teknologi pengolahan dan manufaktur maju.

Sementara itu, Deputy Event Director Pamerindo Indonesia Hanung Hanindito menyebut GIFA dan METEC Indonesia 2026 diarahkan menjadi wadah untuk mempertemukan kebutuhan industri dengan teknologi dan solusi yang relevan.

Kehadiran Aluminium Pavilion diharapkan memperkuat konektivitas antara produsen aluminium primer, industri pengecoran, manufaktur, otomotif, penyedia teknologi, hingga sektor energi. Langkah ini dinilai penting untuk mendorong produk bernilai tambah sekaligus meningkatkan daya saing industri aluminium Indonesia di pasar global.(AME)

Editor : Amelia Beatrix
Aluminium Pavilion GIFA-METEC Indonesia